Perum Bulog memastikan stok atau cadangan beras pemerintah (CBP) cukup untuk kebutuhan masyarakat termasuk dalam periode Lebaran Idulfitri 2026.
Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, mengatakan CBP yang dikantongi Bulog saat ini mencapai 4 juta ton.
“Di sini juga kami mengimbau kepada masyarakat supaya tidak panic buying karena stok cukup melimpah dan sampai dengan hari ini stok beras kita di gudang lebih dari 4 juta ton,” kata Rizal di Kantor Bulog, Jakarta Selatan, Selasa (17/3).
Rizal bahkan menyebutkan stok akan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sampai tahun depan. Bulog Akan Rapat dengan Menko Pangan Soal Harga Logistik Naik Imbas Konflik Timur Tengah
Kemudian saat ditanya mengenai permasalahan kenaikan tarif distribusi akibat konflik Timur Tengah, Rizal menyebutkan akan rapat dengan Menko Pangan Zulkifli Hasan terlebih dahulu.
“Nanti akan dirapatkan dalam waktu dekat supaya ada ketemu win-win solutionnya tidak terlalu tinggi sehingga BBM juga tidak terlalu berpengaruh pada proses pendistribusi,” jelasnya.
Akui Harga Cabai TinggiRizal juga mengakui saat ini harga cabai tengah meroket tinggi. Dia menyebutkan Bulog tengah mencari solusi agar kenaikannya tidak terlalu tinggi
“Kita sekarang coba bagaimana mencari solusi supaya cabai itu bisa ada stoknya terus. Nah, memang cabai ini kan perawatannya agak ribet.
Dari seluruh tanaman yang paling sulit untuk dirawat adalah cabai, memang harus profesional betul,” katanya.
Sebelumnya Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi) memproyeksikan harga cabai rawit merah akan capai Rp 105.000 per kg sebagai puncak dari tinggi nya harga bahan pokok akan terjadi menjelang idul fitri tahun ini. Padahal Harga Acuan Penjualan (HAP) di tingkat konsumen komoditas ini Rp Rp 40.000 sampai Rp 57.000 per kg.
Berdasarkan laman Info Pangan Jakarta pada Selasa (17/3), cabai rawit merah dibanderol Rp 115.250 per kg dan cabai merah besar Rp 65.591 per kg.





