Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) mengingatkan pemerintah daerah untuk bersiap menghadapi lonjakan timbulan sampah selama periode libur Lebaran 2026.
Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, mengatakan peningkatan sampah tidak terlepas dari pergerakan besar masyarakat saat mudik.
Advertisement
Ia menyebut berdasarkan perkiraan Kementerian Perhubungan Republik Indonesia (Kemenhub), sekitar 143,91 juta orang akan melakukan perjalanan mudik Lebaran tahun ini.
"Ada sekitar 143 juta pergeseran masyarakat dari kota-kota besar ke daerah-daerah. Artinya maka sampah yang timbul dalam satu harinya bisa dikalikan 0,5 kilogram," kata Hanif saat meninjau Terminal Kampung Rambutan, Jakarta, Selasa (16/3/2026).
Menurut Hanif, timbulan sampah yang biasanya terkonsentrasi di kota besar seperti Jakarta akan berpindah ke daerah tujuan mudik, yang memiliki kapasitas pengelolaan sampah yang berbeda-beda.
Karena itu, KLH meminta kepala daerah segera mengambil langkah antisipasi.
"Kami sudah memerintahkan, meminta kepada wali kota dan bupati sebagai penanggung jawab utama sampah untuk segera menyikapi ini," ujarnya.
Dia menegaskan seluruh regulasi terkait pengelolaan sampah sebenarnya telah tersedia, sehingga pemerintah daerah diharapkan dapat menjalankan sesuai ketentuan yang ada.




