Anne Hathaway Pidato di Kantor PBB, Soroti Masifnya Kekerasan Terhadap Perempuan

kumparan.com
5 jam lalu
Cover Berita

Dalam peringatan International Women’s Day (IWD) 2026 di markas besar PBB pada Senin (9/3), aktris Anne Hathaway menyampaikan pesan tentang realitas yang masih dihadapi perempuan di berbagai belahan dunia.

Sebagai Goodwill Ambassador UN Women sejak 2016, Anne menekankan bahwa jarak antara wacana kesetaraan gender dengan realitas yang dirasakan perempuan masih sangat besar. Menurutnya, banyak perempuan di dunia yang hingga kini belum merasakan perlindungan dan kesempatan yang benar-benar setara.

Ironi di Balik International Women’s Day

Anne Hathaway juga menyinggung ironi di balik peringatan International Women’s Day. Hari yang seharusnya menjadi momen perayaan bagi perempuan, menurutnya, masih sering diiringi dengan kenyataan bahwa perempuan dan anak perempuan di banyak tempat masih menghadapi risiko kekerasan dan ketidakamanan.

Dalam pidatonya, Anne mengungkapkan kegelisahannya terhadap situasi tersebut.

“Sulit rasanya mengetahui bahwa hari yang seharusnya merayakan perempuan ini justru masih harus membicarakan tentang betapa tidak amannya menjadi seorang perempuan. Bahkan lebih tidak aman lagi jika menjadi seorang anak perempuan,” ujarnya.

Keberanian Perempuan dalam Memperjuangkan Keadilan

Dalam kesempatan itu, Anne juga menyoroti keberanian sejumlah perempuan yang tetap memperjuangkan keadilan meskipun menghadapi kekerasan dan tekanan besar. Ia menyebut nama Malala Yousafzai, aktivis pendidikan asal Pakistan yang menjadi simbol perjuangan hak pendidikan bagi anak perempuan.

Selain Malala, ia juga menyinggung Virginia Giuffre dan Gisèle Pelicot sebagai contoh perempuan yang berani menyuarakan pengalaman mereka dan memperjuangkan hak atas martabat serta keadilan. Bagi Anne, keberanian mereka menunjukkan bahwa tindakan individu dapat membawa dampak yang lebih luas bagi masyarakat.

Meski menyoroti berbagai tantangan yang masih ada, Anme juga menekankan pentingnya tetap merayakan kemajuan yang telah dicapai perempuan di berbagai bidang. Menurutnya, gerakan perempuan di seluruh dunia telah memainkan peran penting dalam mendorong perubahan sosial dan kebijakan, terutama dalam upaya melawan kekerasan berbasis gender.

Ia menilai kemajuan menuju kesetaraan memang sering berjalan lambat, tetapi kerja kolektif dari berbagai gerakan perempuan telah membantu menjaga momentum perubahan tetap bergerak maju.

Selain aktif di UN Women, Anne juga dikenal terlibat dalam berbagai inisiatif global yang mendukung pendidikan dan pemberdayaan perempuan. Ia pernah bekerja sama dengan organisasi seperti World Bank dan Nike Foundation untuk mempromosikan program yang meningkatkan akses pendidikan dan peluang ekonomi bagi anak perempuan.

Melalui pidatonya di markas PBB, Anne mengajak masyarakat global untuk terus menjaga solidaritas dan komitmen dalam memperjuangkan kesetaraan. Baginya, perubahan tidak akan terjadi tanpa keberanian untuk mendengar, mendukung, dan berdiri bersama melawan kekerasan serta ketidakadilan yang masih dialami perempuan di seluruh dunia.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Dua Kargo Minyak Pertamina Putar Balik ke Singapura Meski Sudah Masuk Perairan RI, Ini yang Terjadi!
• 17 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Spesifikasi Rudal Sejjil Iran yang Serang Israel, Jangkauan hingga 2 Ribu Km
• 17 jam lalukatadata.co.id
thumb
Wamenkes Sebut 121 Petugas KAI di Stasiun Gambir Layak Bertugas Selama Arus Mudik Lebaran 2026
• 8 jam lalupantau.com
thumb
SMA Labschool Kebayoran Raih Dua Penghargaan NTU Model United Nations 2026
• 12 jam lalurepublika.co.id
thumb
Tol Japek Padat, Contra Flow Diberlakukan Mulai dari KM 36-70
• 36 menit lalukumparan.com
Berhasil disimpan.