Bisnis.com, JAKARTA - Manchester City punya riwayat melakukan comeback dramatis untuk memenangkan Premier League. Mampukah pasukan Pep Guardiola melakukan hal serupa kontra Real Madrid?
Sebagai pengingat, minggu lalu The Citizens keok 3–0 pada laga leg pertama babak 16 besar Liga Champions UEFA di Santiago Bernabeu, berkat hatrik Federico Valverde.
Pep mengaku momentum ini justru bagus buat melatih mental anak-anak asuhnya yang mayoritas notabene masih hijau di Liga Champions.
"Kita harus fokus dan berusaha memenangkan pertandingan terlebih dulu, baru kemudian melihat apa yang terjadi. Sebagian [anggota skuad] masih baru dalam pengalaman ini dan kami bukan kelompok yang sama seperti bertahun-tahun lalu," ungkapnya dalam laman resmi mancity.com, Selasa (17/3/2026).
Menurutnya, Phil Foden cs tak akan kesulitan mencetak peluang. Hanya saja, Los Blancos bukan tim yang mudah dibobol dan rajin mencetak gol.
"Kami pasti bisa menciptakan jutaan peluang, kami tahu itu. Jika kami mampu bermain klinis dan terutama bertahan dengan baik, kami akan selalu berada dalam permainan," tegasnya.
Baca Juga
- Prediksi Skor West Ham vs Manchester City: Head to Head, Susunan Pemain
- Prediksi Skor Real Madrid vs Manchester City: Head to Head, Susunan Pemain
- Prediksi Skor Manchester City vs Nottingham Forest: Head to Head, Susunan Pemain
Pep pun menyinggung beberapa comeback dramatis yang pernah dilakukan Man City. Misalnya, saat perebutan gelar Premier League pada 2022.
"Aston Villa, pertandingan terakhir untuk memenangkan Liga Primer. Kami tertinggal 0-2 dalam 74 menit dan kami mencetak tiga gol dalam 12 menit.”
Kala itu, Aston Villa diasuh oleh Steven Gerrard yang tentu ingin membantu Liverpool, tim kesayangannya, sehingga gelar juara bisa jatuh ke tangan Jurgen Klopp dan Mo Salah cs.
Villa unggul dua gol di pertengahan babak kedua berkat gol Matty Cash dan Philippe Coutinho, gelar juara pun semakin dekat ke tangan Anfield.
Namun, pemain pengganti Ilkay Gundogan mencetak gol melalui sundulan pada menit ke-76 untuk memberikan semangat baru di Etihad.
Dalam waktu dua menit, Rodrigo menyamakan kedudukan, mencetak gol indah dengan penyelesaian yang apik, dan harapan kembali muncul.
Tiga menit kemudian, Gundogan resmi mencetak gol comeback menakjubkan lewat tembakan ke tiang jauh, membuat Stadion Etihad bergemuruh.
Pep pun menangis saat peluit akhir dibunyikan, sebab membawa The Citizens meraih gelar keempat dalam lima musim terakhirnya.
Selain itu, Manchester City juga mengunci gelar Premier League perdananya lewat comeback melalui gol legendaris Sergio Aguero di menit akhir.
Sebagai pengingat, Manchester City kala itu harus menang karena punya poin sama dengan rival sekota, Manchester United.
Bos The Citizens kala itu, Roberto Mancini sebenarnya bisa bernafas lega di babak awal dalam laga terakhir melawan Queen Park Rangers (QPR), sebab Pablo Zabaleta bisa mencetak gol.
Namun, Djibril Cisse menyamakan kedudukan menjadi 1-1 tak lama setelah babak kedua dimulai.
Gelandang QPR Joey Barton diusir keluar lapangan setelah bentrok dengan Carlos Tevez, membawa harapan lagi. Tapi tim tamu secara luar biasa justru unggul melalui sundulan Jamie Mackie di tiang jauh pada menit ke-66.
Waktu telah lewat 90 menit. Manchester City seperti sudah kalah. Piala Premier League pun sudah dipersiapkan untuk dipasang pita merah, warna Man United.
Namun, City mencetak dua gol di waktu tambahan untuk memastikan tim biru langit mengakhiri 44 tahun penantian gelar, sekaligus menghentikan rival sekota meraih gelar ke-20 mereka.
Edin Dzeko menyundul bola untuk menyamakan kedudukan, sebelum Aguero menerobos masuk ke kotak penalti dan mencetak gol kemenangan diiringi komentar Martin Tyler, membuat Etihad bergemuruh keras.
Sampai saat ini, momen Aguero memutar baju untuk merayakan gol tersebut telah diabadikan dalam patung instalasi yang terpasang di halaman depan Etihad Stadium.





