Komisi X DPR Dukung Efisiensi Anggaran, Tapi Minta Pendidikan Dikecualikan

metrotvnews.com
2 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Wakil Ketua Komisi X DPR RI Lalu Hadrian Irfani mendukung rencana pemerintah melakukan efisiensi anggaran sebagai salah satu langkah strategis dalam menjaga defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026. Tetapi, wacana tersebut berharap anggaran pendidikan tidak ikut dipangkas.

Lalu menjelaskan menegaskan bahwa anggaran pendidikan jangan sampai menjadi sasaran pemangkasan karena memiliki dampak langsung terhadap kualitas sumber daya manusia Indonesia. Menurut dia, pendidikan adalah investasi jangka panjang bangsa.

"Jika anggaran pendidikan dipangkas, maka dampaknya akan langsung dirasakan dalam proses pembelajaran, mulai dari keterbatasan fasilitas, berkurangnya program peningkatan kompetensi guru, hingga terganggunya berbagai program strategis pendidikan,” kata Lalu dikutip dari Antara, Selasa, 17 Maret 2026.

Menurut Lalu, amanat konstitusi terkait alokasi anggaran pendidikan merupakan hal yang penting. Dia menilai bahwa setiap kebijakan fiskal perlu tetap berpihak pada peningkatan kualitas pendidikan nasional.

Baca Juga :

Sejumlah Parpol Dukung Wacana Potong Gaji Pejabat
Sebagai bentuk komitmen pengawasan, dia memastikan bahwa Komisi X DPR RI akan segera melakukan pembahasan secara intensif dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) serta Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek).

Menurut dia, DPR akan membahas dan mengkaji secara menyeluruh rencana efisiensi anggaran, sekaligus memastikan bahwa sektor pendidikan tidak terdampak secara signifikan.

“Komisi X akan mendalami rencana efisiensi ini bersama mitra kerja kami. Kami ingin memastikan bahwa kebijakan efisiensi tidak mengorbankan kualitas pendidikan dan tetap menjamin keberlanjutan berbagai program pendidikan,” ungkap Lalu.

Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hardian. Foto: Istimewa.

Meski begitu, dia tak menampik bahwa upaya efisiensi anggaran merupakan langkah yang tepat dan rasional guna menjaga stabilitas fiskal negara. Ia menekankan bahwa pemerintah perlu mengambil langkah antisipatif untuk memastikan ruang fiskal tetap terjaga, sehingga berbagai program prioritas nasional dapat terus berjalan secara berkelanjutan.

“Dalam situasi tekanan ekonomi global seperti saat ini, efisiensi anggaran menjadi langkah yang tidak terhindarkan. Ini penting untuk menjaga kesehatan fiskal dan memastikan defisit APBN tetap terkendali,” kata dia.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bansos Tahap II Diserahkan, Safrizal ZA: Aceh Timur Dapat Rp 100 M
• 18 jam lalujpnn.com
thumb
Akun Medsos Ali Larijani Posting Tulisan Ini Usai Israel Klaim Membunuhnya
• 2 jam laludetik.com
thumb
Saat Nasib Pendidikan Dipertaruhkan, Orang Tua Siswa SMK IDN Bogor Kirim Harapan untuk Gubernur Dedi Mulyadi
• 1 jam lalutvonenews.com
thumb
OJK Catat Rasio Klaim Asuransi Kredit Masih Tinggi di Awal 2026
• 2 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Wagub Jabar Lepas Mudik Gratis Defend ID di Gedung Sate
• 11 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.