Penulis: suharli
TVRINews, Belitung Timur
Bupati Belitung Timur, Kamarudin Muten, menyoroti progres pembangunan SMA Unggul Garuda yang baru mencapai sekitar 6 persen. Sekolah ini dijadwalkan mulai kegiatan belajar mengajar pada Juni 2026 mendatang.
Peninjauan proyek dilakukan langsung oleh bupati bersama sejumlah organisasi perangkat daerah. Pembangunan sekolah yang didanai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) memiliki nilai sekitar Rp218 miliar.
Pemerintah daerah berharap SMA Unggul Garuda menjadi fasilitas pendidikan unggulan di Belitung Timur. Rendahnya progres pembangunan menjadi perhatian serius mengingat waktu menuju jadwal operasional sekolah semakin terbatas.
Selain menekankan kualitas material dan pekerjaan, pemerintah daerah mendorong percepatan proses pembangunan agar target penyelesaian proyek dapat tercapai tepat waktu. Pemantauan proyek akan terus dilakukan hingga selesai.
“Pembangunan ini harus dipastikan agar dapat selesai secara bersamaan. Jika tidak, bagaimana kelanjutannya? Anggaran yang dialokasikan tidak sedikit, yaitu sebesar Rp218 miliar. Saya akan segera menghubungi direktur malam ini juga untuk menindaklanjutinya. Terkait progres pembangunannya, saat ini baru mencapai 6%. Memang tahap awal pengerjaan terasa berat karena fokus pada pembangunan fondasi yang menggunakan sistem pancang dan bore pile. Namun, hal tersebut tidak boleh dijadikan alasan karena semua perhitungan seharusnya sudah dilakukan secara matang sebelum proses tender dimulai,” jelas Kamarudin Muten, Bupati Belitung Timur, Selasa, 17 Maret 2026.
Editor: Redaktur TVRINews





