Bea Cukai Jakarta Periksa Puluhan Kapal Pesiar di Dermaga Batavia, Ada Apa?

okezone.com
1 hari lalu
Cover Berita

JAKARTA - Bea Cukai Kantor Wilayah (Kanwil) Jakarta tiba-tiba memeriksa sebanyak 82 kapal pesiar berukuran kecil atau yacht yang sedang bersandar di Dermaga Batavia Marina, Ancol, Jakarta Utara. Pemeriksaan puluhan yacht tersebut berlangsung pada Selasa (17/3/2026), sore.

Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Bea Cukai Jakarta, Hendri Darnadi menjelaskan, rangkaian pemeriksaan tersebut merupakan bagian dari upaya untuk mengoptimalkan penerimaan negara dari peredaran barang mewah, memberantas underground economy, sekaligus menegakkan keadilan fiskal.

"Kami menjalankan kegiatan ini sebagai mandatory pelaksanaan tugas sebagaimana diarahkan Pak Menteri Keuangan dan Bapak Presiden (Prabowo Subianto) untuk mengoptimalkan penerimaan negara," ungkap Hendri kepada wartawan, Selasa (17/3/2026).

Baca Juga :
Kapal Induk AS Terbakar di Timur Tengah Setelah Dikerahkan dalam Perang dengan Iran

"Kami juga sebagai elemen negara,  berupaya memastikan negara hadir untuk warganya, guna menciptakan keadilan fiskal atau fiscal equity bagi warga negara," sambungnya.

Lebih lanjut, Hendri memaparkan bahwa pihaknya melakukan upaya penindakan tersebut untuk menciptakan keadilan bagi seluruh masyarakat. Jangan sampai, ditekankan dia, bea dan pajak hanya dibebankan kepada masyarakat kecil, sementara masyarakat kelas atas tidak tersentuh.

"Rakyat bawah, UMKM, bahkan mereka yang membeli motor untuk pekerjaannya, semisal ojek online, tetap membayar bea dan pajak, memenuhi kewajibannya dari motor yang dibeli. Masa mereka yang membeli high value goods dan  luxury goods tidak membayar sesuai kewajibannya," tutur Hendri.

Baca Juga :
Bahlil Sebut Iran Buka Ruang Dialog Bagi Kapal Lewat Selat Hormuz

Terhadap kapal pesiar atau yacht itu, ditegaskan Hendri, pihaknya akan memastikan apakah pemilik sudah memenuhi izin formalitas dan kewajiban pabeanannya. Ia menduga ada yacht yang tidak sesuai dengan peraturan impor dan kepabeanan bermodus impor sementara atau menggunakan bendera asing.

“Bagaimana dengan hasilnya nanti, sedang kami dalami lebih lanjut’” imbuhnya

 

Baca Juga :
Jaga Distribusi BBM dan LPG, 70 Kapal Pertamina Dipantau Real Time


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bahlil Setujui Keputusan Investasi Final Proyek Gas Raksasa Eni di Kaltim
• 7 jam lalukumparan.com
thumb
Trump Salahkan Iran Meski Intelijen Konfirmasi Rudal AS Hantam Sekolah
• 18 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Breaking News, Diduga Terlibat Kasus Air Keras Andrie Yunus, Empat Prajurit Diamankan Puspom TNI
• 8 jam laluokezone.com
thumb
Bulog-Pemkab Pinrang Pastikan Stabilisasi Harga dan Ketersediaan Bahan Pangan Pokok
• 8 jam laluharianfajar
thumb
Menhan Tegaskan TNI Bukan Prajurit Bayaran, Digaji Rakyat untuk Berbakti
• 19 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.