Menhan Tegaskan TNI Bukan Prajurit Bayaran, Digaji Rakyat untuk Berbakti

kompas.com
11 jam lalu
Cover Berita

BELITUNG TIMUR, KOMPAS.com - Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin menegaskan bahwa Tentara Nasional Indonesia (TNI) bukan merupakan prajurit bayaran, melainkan prajurit profesional yang mengabdi kepada negara dan rakyat.

Dalam arahannya kepada prajurit, Sjafrie menekankan bahwa menjadi anggota TNI adalah panggilan jiwa, bukan sekadar pekerjaan untuk mendapatkan gaji.

Sebab, prajurit dituntut memiliki keikhlasan dan semangat pengabdian.

“Ingat yang saya sampaikan ya. Prajurit TNI adalah prajurit yang terpanggil dari jiwa dan raganya. Kamu bukan prajurit bayaran! Kamu adalah prajurit profesional! Kamu dipanggil bukan karena untuk digaji, tapi kamu dipanggil untuk membaktikan dirimu kepada negara dan bangsa,” kata Sjafrie, di Yon TP 845/Ksatria Satam, Simpang Renggiang, Belitung Timur, Kepulauan Bangka Belitung, Selasa (17/3/2026).

Ia mengingatkan bahwa banyak perwira telah memberi teladan dalam pengabdian kepada TNI.

Baca juga: Di Depan Prajurit TNI, Menhan Sjafrie: Kalian Harapan Rakyat!

Karena itu, prajurit diminta tidak ragu dalam menjalankan tugas, serta menjadikannya sebagai bentuk pengabdian terbaik.

Menurut Sjafrie, pengabdian di TNI bukan hanya soal tugas negara, tetapi juga bernilai ibadah.

Menutup arahannya, Sjafrie mengapresiasi semangat dan disiplin prajurit.

Namun, ia berharap satuan yang dikunjungi dapat terus berkembang, termasuk dalam menjaga lingkungan.

“Saya masih belum puas bahwa saya ingin melihat batalyonmu ini adalah batalion yang hijau. Bukan hanya prajuritnya yang hijau bajunya, tetapi hijau lingkungannya,” ujar dia.

Bagi Sjafrie, hal itu penting untuk membangun kepercayaan rakyat terhadap TNI.

Baca juga: Menhan Tinjau Galangan di Batam, Cek Progres Pembuatan Kapal Perang Dalam Negeri

Sjafrie juga berpesan agar prajurit selalu menjaga hubungan dengan masyarakat.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Ia menegaskan, prajurit tidak boleh menyakiti hati rakyat karena TNI berasal dari rakyat dan pada akhirnya akan kembali ke rakyat.

“Rakyat memberi kepadamu kehidupan dari ujung kaki sampai ujung kepala. Tetapi sebaliknya, kau harus bisa mengabdi dan berjasa kepada rakyat terhadap kehidupan, keamanan, dan kesejahteraan rakyat Indonesia,” pungkas dia.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Trump Ancam Tinggalkan NATO setelah Sekutu Tolak Amankan Selat Hormuz
• 6 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Inisial 4 Penyiram Air Keras ke Aktivis KontraS, 3 Berpangkat Perwira TNI
• 2 jam laludetik.com
thumb
Dubes Iran ke JK: Perang Hancurkan Rumah dan Korbankan Anak-anak
• 1 jam lalukompas.com
thumb
KBRI Kuala Lumpur Tutup Sementara Sambut Nyepi dan Idul Fitri
• 12 jam lalurepublika.co.id
thumb
Jadwal Tayang Film Dokumenter BTS: THE RETURN, Kisah Perjalanan Comeback
• 23 jam lalumediaindonesia.com
Berhasil disimpan.