tvOnenews.com - Kembalinya Ezra Walian ke Timnas Indonesia menjadi salah satu cerita paling menarik jelang FIFA Series 2026. Setelah lama menghilang dari radar skuad Garuda, nama penyerang serba bisa ini tiba-tiba muncul dalam daftar panggilan era pelatih baru, John Herdman. Momentum ini terasa semakin spesial karena bertepatan dengan debut Herdman yang tengah membangun identitas baru tim nasional.
Pemanggilan Ezra bukan tanpa alasan. Performa konsistennya di level klub bersama Persik Kediri menjadi bukti bahwa ia masih layak bersaing di level internasional. Dengan pengalaman, fleksibilitas posisi, serta kontribusi nyata di lapangan, Ezra kini berpeluang besar menjadi bagian penting dalam proyek baru Timnas Indonesia.
Kebangkitan Ezra: Dari Terpinggirkan ke Andalan Klub
Nama Ezra Walian sempat tenggelam setelah terakhir kali memperkuat Timnas Indonesia di ajang Piala AFF 2020 yang berlangsung pada akhir 2021 hingga awal 2022. Setelah itu, ia tidak lagi mendapat tempat, bahkan di era pelatih seperti Patrick Kluivert.
Namun, situasi berubah drastis dalam dua musim terakhir. Bersama Persik Kediri, Ezra menjelma menjadi sosok kunci. Ia hampir selalu menjadi pilihan utama dengan catatan 23 penampilan, enam gol, dan sembilan assist di musim terbaru. Tak hanya itu, kepercayaan sebagai kapten tim menunjukkan betapa penting perannya di dalam skuad.
Performa ini melanjutkan tren positifnya sejak musim sebelumnya, di mana ia mulai menunjukkan peningkatan kontribusi. Konsistensi tersebut akhirnya membuka kembali pintu menuju Timnas Indonesia.
Fleksibilitas Jadi Nilai Tambah di Era Herdman
Salah satu keunggulan utama Ezra adalah kemampuannya bermain di berbagai posisi. Secara natural, ia merupakan penyerang sayap kiri. Namun, ia juga mampu berperan sebagai penyerang tengah, target man, hingga gelandang serang.
Fleksibilitas ini menjadi aset berharga bagi John Herdman, terutama dalam menyusun strategi di FIFA Series 2026. Tidak menutup kemungkinan Ezra akan ditempatkan sebagai gelandang ofensif, mengingat kebutuhan tim akan pemain kreatif di lini tengah.
Meski demikian, persaingan di skuad Garuda tetap ketat. Di sektor gelandang, ia harus bersaing dengan nama-nama seperti Ricky Kambuaya dan Arkhan Fikri. Sementara di lini depan, sudah ada Ragnar Oratmangoen hingga Stefano Lilipaly yang juga mengisi sisi kiri serangan.




