REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA, – Arus kendaraan yang meninggalkan Jakarta mencapai 1,1 juta hingga Selasa (17/3) pukul 22.00 WIB. PT Jasa Marga (Persero) Tbk mengumumkan angka ini dan memulai penerapan one way untuk menanggulangi lonjakan kendaraan yang keluar dari ibu kota.
Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, menyatakan bahwa jumlah kendaraan yang keluar mencapai 32 persen dari proyeksi awal. “Sudah mulai bertambah dari hari-hari sebelumnya,” ujarnya di Posko Command Center KM 29 Tol Cikampek, Jawa Barat, Selasa malam.
Menanggapi peningkatan ini, Jasa Marga dan Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri mulai menerapkan skema one way sepenggal tahap pertama dari KM 70 hingga KM 263 sejak Selasa siang. Kebijakan ini diambil untuk mengantisipasi prediksi peningkatan arus hingga 34 persen atau 1,2 juta kendaraan pada malam hari yang sama.
Peningkatan Arus di Gerbang Tol Cikampek Utama
PT Jasa Marga mencatat peningkatan drastis arus mudik di Gerbang Tol (GT) Cikampek Utama, Purwakarta, Jawa Barat. Menurut Vice President Corporate Secretary & Legal PT Jasa Marga Trans Jawa Tol, Ria Marlinda Paalo, selama sif 1, arus meningkat 201 persen dengan 25 ribu kendaraan melintas menuju arah timur.
Dia menambahkan bahwa arus kendaraan menuju Jawa Tengah diperkirakan terus meningkat seiring dengan kebijakan one way yang menambah kapasitas jalan. “One way tahap satu ini sudah membuat volume lalu lintas bertambah banyak,” jelas Ria.
/* Make the youtube video responsive */ .iframe-container{position:relative;width:100%;padding-bottom:56.25%;height:0 ;margin : 14px 0px 15px 0px}.iframe-container iframe{position:absolute;top:0;left:0;width:100%;height:100%} .rec-desc {padding: 7px !important;}
Pada Selasa petang, jumlah kendaraan yang melintas dalam satu jam mencapai sekitar 5.700 kendaraan, jauh di atas angka biasa 3.000 kendaraan.