EtIndonesia. Tiga sumber dari kawasan Teluk mengatakan kepada Reuters bahwa banyak negara Teluk kini mendesak Amerika Serikat agar tidak berhenti di tengah jalan, serta tidak membiarkan Republik Islam Iran tetap memiliki kemampuan untuk mengancam jalur vital minyak dan perekonomian kawasan Teluk.
“Secara umum, seluruh kawasan Teluk merasa bahwa Iran telah melampaui semua garis merah dengan setiap negara di kawasan ini,” kata ketua Pusat Penelitian Teluk Arab Saudi, Abdulaziz Sager.
Ia menambahkan: “pada awalnya kami membela mereka dan menentang perang ini. Namun ketika mereka mulai menjadikan kami sebagai target serangan, maka mereka telah menjadi musuh. Tidak ada cara lain untuk mengklasifikasikannya.”
Teheran sebelumnya telah menyerang bandara, pelabuhan, fasilitas minyak, dan pusat komersial di enam negara Teluk dengan rudal dan drone, serta mengganggu jalur pelayaran di Selat Hormuz.
Seorang sumber Teluk lainnya menyatakan bahwa pandangan utama para pemimpin kawasan saat ini sudah sangat jelas, yakni Presiden AS Donald Trump harus secara menyeluruh melemahkan kemampuan militer Iran.
Reuters mencatat bahwa bagi para pemimpin Teluk, tidak bertindak saat ini justru merupakan risiko yang lebih besar.
Sebelumnya, Uni Emirat Arab menyatakan bahwa mereka “tidak ingin terseret dalam konflik atau eskalasi”, namun tetap memiliki hak untuk “mengambil semua langkah yang diperlukan” guna melindungi kedaulatan, keamanan, dan keutuhan wilayahnya, serta menjamin keselamatan penduduk. (Hui)





