Tambah 35 Kapal, Antrean di Pelabuhan Gilimanuk Susut dari 20 Km Jadi 8 Km Jelang Nyepi dan Mudik Lebaran

disway.id
4 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID -- Upaya percepatan penanganan kepadatan arus kendaraan di Pelabuhan Gilimanuk, Bali, mulai menunjukkan hasil.

Kementerian Perhubungan mencatat antrean kendaraan yang sebelumnya mencapai lebih dari 20 kilometer kini berkurang signifikan menjadi sekitar 8 kilometer, seiring penambahan armada kapal dan optimalisasi sistem operasional penyeberangan.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyatakan, penambahan kapal menjadi salah satu kunci utama dalam mengurai kepadatan.Adapun langkah-langkah yang sudah dilakukan antara lain mengoperasikan kapal-kapal besar, penambahan kapal menjadi 35 kapal oleh ASDP.

BACA JUGA:Indonesia Siapkan Bukti Hadapi Investigasi USTR, Fokus pada Perdagangan dan Tenaga Kerja

BACA JUGA:Pengiriman Pasukan TNI ke Gaza Ditunda, Dampak Konflik Iran vs Israel-AS

Mengoptimalkan buffer zone, serta menerapkan sistem tiba-bongkar-berangkat (TBB) sebanyak 25 kapal guna mempercepat operasionalisasi kapal.

Skema percepatan dan pengaturan lalu lintas yang lebih terintegrasi, pemerintah optimistis kepadatan di Gilimanuk dapat terurai sepenuhnya dalam waktu dekat.

“Kita bekerja mencari solusi dan memitigasi terhadap kondisi di lapangan dan ini bisa jadi pelajaran agar ke depannya tidak terjadi lagi kepadatan di Gilimanuk. Saya sangat menghargai apa yang sudah dilakukan sehingga dalam beberapa hari kemacetan yang sampai 20 kilometer bisa mulai teratasi. Sekarang antrean kendaraan sepanjang 8 kilometer,” ujar Menhub Dudy saat meninjau lokasi, Selasa, 17 Maret 2026.

Lonjakan kendaraan menuju Pelabuhan Gilimanuk sebelumnya terjadi pada Minggu, 15 Maret 2026, dipicu tingginya mobilitas menjelang Hari Raya Nyepi dan arus mudik Lebaran 2026.

BACA JUGA:Pertamina Patra Niaga Bergerak Lebih Fleksibel dengan Inovasi Block Mode

BACA JUGA:Bos BGN Beri Isyarat akan Efisiensi Anggaran Program MBG, Kenapa?

Kondisi ini sempat menyebabkan kemacetan panjang di jalur menuju pelabuhan. Untuk mengatasi hal tersebut, Kemenhub berkolaborasi dengan Korlantas Polri dan PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) dalam menerapkan berbagai langkah strategis.

Selain penambahan kapal, upaya lain yang dilakukan meliputi optimalisasi buffer zone untuk menampung kendaraan serta pengaturan arus lalu lintas di sekitar pelabuhan.

Meski kondisi mulai membaik, Menhub mengingatkan pentingnya kepatuhan terhadap aturan pembatasan operasional angkutan barang, khususnya truk sumbu tiga ke atas.

Ia menilai masih banyak kendaraan logistik yang beroperasi di masa pembatasan, sehingga memperparah antrean.

  • 1
  • 2
  • »

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Komnas HAM Kecam Keras Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus, Desak Polisi Ungkap Pelaku Tanpa Impunitas
• 19 jam lalutvonenews.com
thumb
Waskita Toll Road Pastikan Tol Pemalang–Batang Siap Dukung Kelancaran Arus Mudik dan Balik Lebaran 2026
• 22 jam lalukompas.com
thumb
FIFA isyaratkan tak akan pindahkan laga timnas Iran ke Meksiko
• 9 jam laluantaranews.com
thumb
Puluhan SPPG Ditutup Sementara Selama Ramadhan 2026, BGN Soroti Pelanggaran Menu hingga Standar Sanitasi
• 13 jam lalupantau.com
thumb
Perkuat Akses Masyarakat, Ratusan Jembatan Merah Putih Presisi Dibangun di Riau
• 20 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.