Media Iran Konfirmasi Tokoh Kunci Ali Larijani Gugur dalam Serangan Israel

katadata.co.id
7 jam lalu
Cover Berita

Politikus Iran dan Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Ali Larijani gugur dalam serangan udara Israel pada Selasa (17/3) pagi.   Media pemerintah Iran menyatakan secara terpisah Brigadir Jenderal Gholamreza Soleimani, kepala pasukan paramiliter Basij Iran, juga tewas dalam serangan itu. 

Larijani terakhir terlihat di depan umum pada hari Jumat, selama parade Hari Al-Quds di ibu kota, Teheran. Mengutip Al Jazeera, Korps Pengawal Revolusi Islam Iran (IRGC) dalam pernyataannya menyebut Arijani sebagai tokoh penting, pemikir, sekaligus politisi revolusioner. 

“Darah suci para syuhada agung ini, seperti para syuhada lainnya, akan menjadi sumber kehormatan, kekuatan, dan kebangkitan nasional, IRGC tentu tidak akan melupakan dendam darah syuhada besar ini,” tulis kantor berita Tasnim Iran, dikutip Al Jazeera pada Rabu (18/3). 

Larijani merupakan pejabat Iran tertinggi yang tewas dalam serangan Amerika Serikat–Israel. Sebelumnya pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei juga tewas pada hari pertama perang, 28 Februari 2026. 

Adapun Larijani sebelumnya masih terlihat di hadapan publik pada Jumat, saat menghadiri aksi Hari Al-Quds di Teheran untuk mendukung rakyat Palestina, bersama Presiden Masoud Pezeshkian.

Ia telah lama menjadi tokoh politik kunci dalam struktur politik Iran, termasuk pernah memimpin perundingan nuklir dengan negara-negara Barat. Selain itu, ia juga pernah menjabat sebagai ketua parlemen Iran.

Di sisi lain Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, sempat mengumumkan bahwa para pemimpin rezim Iran tengah dibunuh dan kapasitas mereka terus dilemahkan.

“Tentara kami bekerja dengan kekuatan untuk terus menyerang dan menghancurkan kemampuan rudal serta infrastruktur strategis,” tulisnya di media sosial.

Kemudian Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menyebut pembunuhan yang diklaim terhadap Larijani sebagai bagian dari upaya membuka jalan bagi rakyat Iran untuk menggulingkan pemerintah mereka.

Netanyahu mengatakan pihaknya telah menyingkirkan Ali Larijani, kepala Korps Garda Revolusi, yang disebutnya sebagai kelompok yang mengendalikan Iran.  Ia juga menyebut perubahan terhadap kepemimpinan berbasis keagamaan tidak akan terjadi secara instan.

“Namun, jika langkah ini terus dilakukan, kami akan memberi mereka kesempatan untuk menentukan nasib mereka sendiri,” ujarnya.

Sementara itu, profesor di Doha Institute for Graduate Studies, Mohamad Elmasry, menilai Amerika Serikat dan Israel tengah memainkan “permainan Whac-A-Mole” dengan menargetkan para pemimpin Iran. Menurutnya, akan selalu ada sosok pengganti, sehingga langkah tersebut tidak serta-merta tanda runtuhnya rezim Iran.

“Meskipun demikian, ini sangat signifikan secara simbolis [dan] psikologis,” katanya kepada Al Jazeera. 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Berapa Kapasitas Indonesia Arena, Lokasi Konser F4 Reuni di Jakarta
• 21 jam lalumediaindonesia.com
thumb
BRI gelar kegiatan santunan bagi 8.500 anak Indonesia dan tegaskan komitmen peduli negeri
• 23 jam laluantaranews.com
thumb
AS Danai Proyek Ekstraksi Litium dari Panas Bumi di Indonesia
• 23 jam lalubisnis.com
thumb
Sporting CP ke perempat final setelah menang telak 5-0 atas Bodo/Glimt
• 11 jam laluantaranews.com
thumb
Pramono Pastikan Stok Energi dan Pangan Jakarta Aman Jelang Lebaran
• 14 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.