Jakarta (ANTARA) - Ekonom Universitas Negeri Surabaya (Unesa) Hendry Cahyono memandang kerja sama Pemerintah Republik Indonesia dengan Pemerintah Jepang dalam menandatangani memorandum of cooperation (MoC) bidang mineral kritis dan energi nuklir menjadi langkah yang rasional di tengah situasi geopolitik global.
“Langkah ini merupakan respons rasional terhadap disrupsi geopolitik. Posisi Indonesia saat ini justru berada pada window of opportunity (celah peluang, red.) yang sangat baik,” ujar Hendry dalam keterangan yang dikonfirmasi di Jakarta, Rabu.
Selain itu, dia memandang kerja sama tersebut tidak hanya mengenai pasokan energi, tetapi berpotensi menciptakan dampak ekonomi yang berlapis bagi Indonesia. Mulai dari peningkatan efisiensi produksi hingga penciptaan lapangan kerja.
“Diharapkan ada multiplier effect (efek berganda, red.) bagi efisiensi produksi nasional, peningkatan pendapatan, dan penyerapan tenaga kerja,” katanya.
Sementara itu, dia mengatakan kerja sama dengan Jepang dalam bidang energi menjadi sinyal Indonesia semakin serius dalam mengembangkan energi bersih berbasis teknologi maju.
“Ini menunjukkan ada langkah maju, meskipun jalan menuju realisasinya masih panjang,” ujarnya.
Walaupun demikian, dia mengingatkan pemerintah mengenai pentingnya memastikan implementasi kerja sama berjalan optimal, terutama dalam aspek alih teknologi agar Indonesia tidak hanya menjadi pasar.
Sebelumnya, 15 Maret 2026, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia menandatangani kerja sama dengan Menteri Ekonomi, Perdagangan dan Industri Jepang Ryosei Akazawa.
Kerja sama pada sektor mineral kritis akan diarahkan pada penguatan rantai pasok global agar lebih aman dan andal, sementara kerja sama energi nuklir difokuskan pada pengembangan teknologi rendah karbon dengan standar keselamatan tinggi.
Adapun Jepang berkomitmen mendukung penyelesaian proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) Legok Nangka sebagai bagian dari kemitraan strategis kedua negara.
Baca juga: Menteri Bahlil lepas 1.496 peserta mudik bersama sektor ESDM
Baca juga: Menteri ESDM pastikan pasokan energi aman di tengah dinamika global
Baca juga: Bahlil: Pemerintah kaji opsi WFH demi hemat BBM
“Langkah ini merupakan respons rasional terhadap disrupsi geopolitik. Posisi Indonesia saat ini justru berada pada window of opportunity (celah peluang, red.) yang sangat baik,” ujar Hendry dalam keterangan yang dikonfirmasi di Jakarta, Rabu.
Selain itu, dia memandang kerja sama tersebut tidak hanya mengenai pasokan energi, tetapi berpotensi menciptakan dampak ekonomi yang berlapis bagi Indonesia. Mulai dari peningkatan efisiensi produksi hingga penciptaan lapangan kerja.
“Diharapkan ada multiplier effect (efek berganda, red.) bagi efisiensi produksi nasional, peningkatan pendapatan, dan penyerapan tenaga kerja,” katanya.
Sementara itu, dia mengatakan kerja sama dengan Jepang dalam bidang energi menjadi sinyal Indonesia semakin serius dalam mengembangkan energi bersih berbasis teknologi maju.
“Ini menunjukkan ada langkah maju, meskipun jalan menuju realisasinya masih panjang,” ujarnya.
Walaupun demikian, dia mengingatkan pemerintah mengenai pentingnya memastikan implementasi kerja sama berjalan optimal, terutama dalam aspek alih teknologi agar Indonesia tidak hanya menjadi pasar.
Sebelumnya, 15 Maret 2026, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia menandatangani kerja sama dengan Menteri Ekonomi, Perdagangan dan Industri Jepang Ryosei Akazawa.
Kerja sama pada sektor mineral kritis akan diarahkan pada penguatan rantai pasok global agar lebih aman dan andal, sementara kerja sama energi nuklir difokuskan pada pengembangan teknologi rendah karbon dengan standar keselamatan tinggi.
Adapun Jepang berkomitmen mendukung penyelesaian proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) Legok Nangka sebagai bagian dari kemitraan strategis kedua negara.
Baca juga: Menteri Bahlil lepas 1.496 peserta mudik bersama sektor ESDM
Baca juga: Menteri ESDM pastikan pasokan energi aman di tengah dinamika global
Baca juga: Bahlil: Pemerintah kaji opsi WFH demi hemat BBM





