Survei: Masalah Kesehatan Fisik dan Mental Meningkat saat Lebaran

kumparan.com
4 jam lalu
Cover Berita

Ladies, siapa yang mulai merasa cemas setiap akan mudik Lebaran? Kekhawatiran untuk ditanya ini dan itu terkait masalah pribadi seperti pernikahan sepertinya kerap terjadi di momen kumpul keluarga. Kondisi ini ternyata bisa mengganggu kesehatan mental dan fisik.

Hal ini juga terungkap dalam laporan Indonesia Health Insights Q1 2026 yang dirilis oleh Halodoc. Laporan bertajuk “Menjembatani Kesiapan dan Tantangan Kesehatan Selama Ramadan hingga Perayaan Idulfitri” ini memotret kondisi kesehatan masyarakat Indonesia selama periode Ramadan hingga pasca-Idulfitri.

Untuk memperluas edukasi kesehatan selama Ramadan, Halodoc juga menggelar diskusi publik melalui program Halodoc Talks yang berkolaborasi dengan Apical di On3 Senayan, Jakarta Pusat.

Kecemasan Meningkat Menjelang Idulfitri

Salah satu temuan yang menarik adalah meningkatnya keluhan kecemasan menjelang akhir Ramadan. Data Halodoc menunjukkan gangguan kecemasan meningkat secara bertahap dan mencapai puncaknya pada minggu ketiga Ramadan, naik sekitar 27 persen dibandingkan rata-rata mingguan sebelum Ramadan.

Gangguan tidur menjadi keluhan yang paling sering muncul, disusul gejala seperti jantung berdebar dan sesak dada. Kondisi ini kerap dikaitkan dengan persiapan mudik, tekanan aktivitas menjelang hari raya, hingga dinamika sosial saat bertemu keluarga.

Kondisi psikologis tersebut juga berkaitan dengan ketahanan fisik tubuh. Ketika tingkat stres meningkat, tubuh cenderung lebih rentan mengalami penurunan daya tahan, yang kemudian memicu keluhan seperti radang tenggorokan. Temuan ini menegaskan pentingnya manajemen stres serta istirahat yang cukup agar tubuh tetap bugar saat memasuki Hari Raya.

Masyarakat Semakin Proaktif Mengecek Kesehatan

Laporan Halodoc juga mencatat adanya perubahan perilaku kesehatan setelah Idulfitri. Data dari periode Lebaran 2025 menunjukkan bahwa satu minggu setelah Hari Raya, jumlah pemeriksaan laboratorium untuk kolesterol dan gula darah meningkat hingga 95 persen dibandingkan rata-rata mingguan.

Peningkatan ini menunjukkan semakin banyak masyarakat yang mulai proaktif memantau kondisi kesehatannya setelah periode perayaan. Selain itu, pembelian produk kesehatan yang berkaitan dengan manajemen berat badan dan nutrisi juga mengalami peningkatan.

Produk seperti minuman serat, teh detoks, suplemen pengendali kolesterol, hingga kapsul herbal pelangsing menjadi yang paling banyak dicari pada periode tersebut.

Tantangan Kesehatan Pencernaan Selama Lebaran

Selain itu, masalah pencernaan juga menjadi salah satu keluhan yang sering muncul selama Ramadan hingga Idulfitri. Konsultasi terkait sembelit mulai meningkat sejak minggu pertama Ramadan dan mencapai puncaknya pada minggu Idulfitri.

Menariknya, konsultasi mengenai keluhan ini terjadi pada waktu subuh. Angka yang tercatat meningkat hingga 593 persen dibandingkan periode waktu lainnya.

Selain sembelit, keluhan diare juga mengalami kenaikan setelah Lebaran. Data menunjukkan adanya peningkatan rata-rata sekitar 13 persen dalam dua minggu setelah perayaan Idulfitri, dengan gejala yang sering dilaporkan seperti sakit perut, muntah, demam, hingga rasa lemas.

Menjaga Pola Makan Seimbang Saat Hari Raya

Dalam rangka berbagi edukasi kesehatan selama Ramadan, Halodoc juga menggelar diskusi kesehatan melalui program Halodoc Talks bersama Apical. Acara ini menghadirkan komunitas orang tua dan media untuk membahas cara menjaga keseimbangan tubuh menjelang hingga setelah Idulfitri.

Menurut dr. Waluyo Dwi Cahyono, menjaga kesehatan saat Lebaran tidak selalu berarti harus membatasi makanan yang dinikmati bersama keluarga.

“Menjaga kesehatan di Hari Raya bukan berarti membatasi kesenangan dan perayaan. Dengan sedikit penyesuaian pada cara kita mengolah dan mengonsumsi makanan, kita bisa menjaga kesehatan pencernaan dan metabolisme tetap stabil, sehingga momen Idulfitri bisa dinikmati secara maksimal bersama keluarga,” tegasnya.

Beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan antara lain menjaga porsi makan tetap seimbang, memperbanyak konsumsi sayur dan buah, serta memastikan tubuh tetap terhidrasi di tengah aktivitas silaturahmi yang padat. Selain itu, tubuh juga membutuhkan waktu untuk beradaptasi setelah sebulan berpuasa, sehingga pola makan sebaiknya kembali dijalani secara bertahap.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Negara-negara Teluk Serukan kepada Trump: Jangan Biarkan Iran Menyisakan Kekuatan
• 8 jam laluerabaru.net
thumb
Yogyakarta Masih Jadi Magnet Wisatawan Libur Lebaran
• 14 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Iran negosiasi FIFA untuk pindah pertandingan dari AS ke Meksiko
• 14 jam laluantaranews.com
thumb
Kolaborasi Pemprov Jateng & AQUA, Fasilitasi Mudik Gratis Bagi Warga
• 5 jam lalujpnn.com
thumb
Anomali Persija yang Katanya Targetkan Juara BRI Super League: Paling Jago di Tandang, tapi Lesu di Kandang, JIS dan SUGBK Kurang Angker?
• 6 jam lalubola.com
Berhasil disimpan.