Jelajah Lebaran 2026: Dirut ASDP Blak-blakan Penyebab Macet di Pelabuhan Gilimanuk

bisnis.com
8 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) angkat suara ihwal kemacetan yang sempat mengular di jalur mudik menuju Pelabuhan Gilimanuk hingga Minggu (15/3/2026). Tidak tanggung-tanggung, kemacetan itu ditaksir mencapai panjang puluhan kilometer.

Direktur Utama ASDP Heru Widodo menerangkan bahwa sedikitnya terdapat 3 alasan di balik mengularnya kemacetan di Pelabuhan Gilimanuk saat itu. Salah satunya adalah rangkaian perayaan Nyepi yang berdekatan dengan mudik Lebaran.

Heru menjelaskan bahwa Nyepi, yang jatuh pada tanggal 19 Maret 2026, memiliki rangkaian upacara sejak 15 Maret. Masyarakat disebut memilih untuk melakukan mudik sebelum Hari Raya Nyepi berlangsung, sehingga terjadi peningkatan volume kendaraan saat itu.

"Sementara para pemudik ini ingin menghindari tiga rangkaian kegiatan keagamaan itu. Makanya kemudian beberapa hari yang lalu ini terjadi penumpukan," katanya kepada wartawan di Pelabuhan Merak, Selasa (17/3/2026).

Di satu sisi, memang terjadi penambahan volume kendaraan yang melakukan mudik dari Bali saat itu. Bali yang biasanya mencatatkan volume mudik kendaraan sebesar 21.000, kini mencatatkan volume hingga 27.000 kendaraan.

Terakhir, dia menilai bahwa kemacetan bersumber dari ketidakpatuhan pengendara bermotor tiga roda ke atas yang tidak mematuhi aturan beroperasi pada jam-jam tertentu.

"Ditambah lagi, ini juga ada kekenduratan dari kendaraan bermuatan tiga sumbu ke atas yang mestinya dibatasi, tapi masih tetap beroperasi di jam-jam yang sebelumnya dilarang. Nah, inilah yang kemudian menjadi penyebab kemarin terjadi macet panjang yang ada di Gilimanuk," katanya.

Alasan serupa sempat disampaikan oleh Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi yang menyayangkan masih adanya pengusaha logistik yang nekat mengoperasikan truk sumbu tiga atau lebih pada periode pembatasan angkutan barang sejak 13 Maret 2026, sehingga menyebabkan kemacetan.

Dalam peninjauan saat itu, Dudy menekankan bahwa pelanggaran tersebut berdampak pada meningkatnya kepadatan alias kemacetan di simpul transportasi pada jalur mudik.

“Ketidakpatuhan ini berdampak pada meningkatnya antrean kendaraan di sejumlah titik strategis termasuk di pelabuhan penyeberangan,” ujarnya dalam keterangan resmi, dikutip pada Senin (16/3/2026). 

Sebagai respons taktis, ASDP disebut telah menambah kuantitas kapal di Pelabuhan Gilimanuk. Kini terdapat sedikitnya 35 kapal yang beroperasi pada jalur Gilimanuk–Ketapang.

Usulkan Penambahan Kapasitas

Baca Juga

  • Respons Menhub Soal Truk Sumbu 3 Padati Pelabuhan Ketapang-Gilimanuk Jelang Lebaran
  • Urai Kemacetan, Polri Berlakukan One Away Radius 4,5 Km Arah Pelabuhan Gilimanuk
  • Gapasdap Soroti Bottleneck Pelabuhan Gilimanuk, Kapasitas Dermaga Kurang

Heru menerangkan bahwa pihaknya telah melakukan evaluasi atas hal tersebut. Upaya antisipasi dari perilaku yang melanggar ketentuan akan berusaha diperketat, melalui kerja sama ASDP dengan stakeholder terkait.

Selain itu, dia menilai, kapasitas pelabuhan mesti ditambah agar tidak menciptakan bottle neck di tahun-tahun selanjutnya. Hanya saja, upaya ekspansi kapasitas pelabuhan tidak dapat dilakukan tanpa menambah dermaga pelabuhan. 

"Kalau kapasitas pelabuhannya tidak segera ditambah, diperbaiki itu juga akan menjadi bottleneck yang baru. Nah, kalau bicara soal penambahan kapasitas, tidak bisa kita bicara cuman satu karena yang namanya pelabuhan dan dermaga ini, mereka satu pasang," katanya.

Selain penambahan kapasitas pelabuhan, penting menurutnya untuk turut melakukan penambahan kapasitas kapal. Pasalnya, penambahan kapasitas dermaga mesti diimbangi dengan peningkatan kapasitas kapal.

Di Gilimanuk, sebagian besar kapal disebut memiliki kapasitas yang kecil. ASDP disebut telah mengajukan permintaan penggantian kapal kepada pemerintah.

"Nah, ini juga kami kemarin juga usulkan kepada pemerintah untuk segera mengganti kapal-kapalnya dengan kapasitas yang besar, lalu kemudian di dermaga juga saya kira perlu ditambah," tutupnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Comeback Luar Biasa Sporting CP, Hancurkan Sang Pembunuh Raksasa Bodo/Glimt dengan Skor 5-0
• 14 jam laluharianfajar
thumb
Bank Raya Imbau Transaksi Cermat Jelang Nyepi & Idul Fitri
• 9 jam lalubisnis.com
thumb
Mendagri Tito Tegaskan Kolaborasi Kunci Atasi Backlog Perumahan Nasional
• 10 jam lalukumparan.com
thumb
Digerebek di Depan Rumah Makan, 2 Pengedar Ini Nekat Bawa 10 Kg Ganja
• 18 jam laluokezone.com
thumb
Berhalal Bihalal Bersama Keluarga di ARTOTEL TS Suites Surabaya
• 3 jam laluerabaru.net
Berhasil disimpan.