Pemerintah Iran mengonfirmasi meninggalnya pejabat keamanan Ali Larijani dalam serangan yang sebelumnya diklaim dilakukan Israel. Kabar ini disampaikan melalui media pemerintah pada Rabu dini hari (18/3).
Larijani diketahui menjabat sebagai Kepala Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran.
Dalam pernyataan resmi yang dikutip kantor berita Mehr, Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran menyebut Larijani gugur sebagai martir.
“Setelah seumur hidup berjuang untuk kejayaan Iran dan Revolusi Islam, ia akhirnya mencapai cita-cita yang lama diidamkan, menjawab panggilan kebenaran, dan dengan bangga meraih derajat syahid,” demikian bunyi pernyataan tersebut.
Kabar serupa juga dilaporkan Fars News Agency yang menyebut Larijani telah “gugur sebagai martir” dalam unggahan X.
Sebelumnya, Israel mengklaim telah menargetkan Larijani dalam serangan militer ke Iran. Namun saat itu belum ada kepastian apakah ia tewas atau terluka.
Larijani merupakan salah satu tokoh kunci dalam lingkaran keamanan Iran. Ia menjadi pejabat penting berikutnya yang gugur setelah Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei dalam konflik terbaru ini.
Menurut laporan Reuters, Larijani meninggal dunia pada usia 67. Ia meninggal dalam serangan Israel pada Selasa (17/3) di Teheran, bersama putra dan pengawalnya sekitar pukul 03.30 dini hari waktu setempat, demikian dilansir AlJazeera.





