JAKARTA, KOMPAS.TV - Aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) Fatia Maulidiyanti memastikan mata Andrie Yunus masih bisa diselamatkan usai disiram air keras oleh orang tidak dikenal pada Kamis, (12/3/2026).
Hal tersebut disampaikan Fatia Maulidiyanti saat menjadi moderator dalam pernyataan sikap ‘Tokoh Nasional Desak Pengusutan Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus, Rabu (18/3/2026).
“Andrie saat ini masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo Jakarta, dan juga masih ada di ruang HCU dengan perawatan intensif dan belum bisa dikunjungi sama sekali kecuali oleh keluarganya,” ucap Fatia.
“Dan selain itu juga saat ini Andrie juga diperlukan untuk menjalani beberapa rangkaian operasi untuk mata ataupun kulitnya. Walaupun seperti itu, Alhamdulillah ada perkembangan yang baik gitu ya. Jadi mata Andrie masih bisa diselamatkan, dia tidak akan buta.”
Baca Juga: Usai Tahan Yaqut dan Gus Alex, KPK Minta Penyelenggara Haji Khusus Kooperatif
Fatia lebih lanjut menambahkan, kulit Andrie Yunus yang terkena siraman air keras orang tidak dikenal juga masih bisa diperbaiki.
“Jadi jika ada kabar-kabar di luar sana ada yang bilang Andri buta dan sebagainya mohon itu tidak dihiraukan. Karena InsyaAllah Andrie bisa melihat lagi dan matanya berangsur pulih,” kata Fatia.
“Begitupun dengan kulitnya akan menjalani beberapa rangkaian operasi. Jadi, kami memohon doa kepada seluruh penonton dan kepada hadirin dan rekan-rekan jurnalis untuk kesembuhan Andrie dan mudah-mudahan Andrie mendapatkan perawatan terbaik di RS Cipto Mangunkusumo.”
Sebelumnya, Wakil Koordinator Bidang Eksternal di Kontras sekaligus aktivis hak asasi manusia (HAM) Andrie Yunus mengalami serangan air keras oleh orang tidak dikenal pada Kamis malam, 12 Maret 2026.
Baca Juga: Komisi I DPR soal Pemerintah Tunda Kirim Pasukan ke Gaza: Harus Dipahami sebagai Langkah Realistis
Penulis : Ninuk Cucu Suwanti Editor : Desy-Afrianti
Sumber : Kompas TV
- kondisi andrie yunus
- andrie yunus
- mata andrie yunus
- luka andrie yunus
- fatia maulidiyanti
- aktivis disiram air keras





