Grid.ID - Presenter sekaligus komedian Anwar BAB membagikan kebiasaan yang selalu ia lakukan saat sahur selama menjalani bulan puasa. Ia memiliki menu sederhana yang menurutnya wajib ada setiap hari.
Anwar mengatakan bahwa menu tersebut adalah sayur timun. Ia mengaku hampir selalu menyantap hidangan itu setiap kali sahur.
Menurutnya, sayur timun dipilih bukan tanpa alasan. Ia merasa makanan tersebut cocok untuk membantu tubuh tetap segar saat berpuasa.
“Kalau sahur yang menu wajib ada itu sayur timun. Dan itu sayurnya cuman gampang banget, cuman kayak garam, penyedap, terus pakai bawang puting, bawang merah, sama sedikit cabai,” ujarnya dikutip dari tayangan Insert pada Rabu (18/3/2026).
Selain rasanya yang segar, Anwar juga percaya timun memiliki manfaat bagi tubuh. Kandungan air yang tinggi dinilai bisa membantu tubuh tetap terhidrasi selama berpuasa.
“Karena aku percaya di timun itu banyak kandungan airnya. Karena kan kalau misalnya puasa harus banyak kandungan air, mineral begitu supaya enggak gampang haus,” jelasnya.
Anwar mengaku sudah terbiasa mengonsumsi sayur timun saat sahur dari tahun ke tahun. Kebiasaan itu membuat tubuhnya terasa lebih ringan saat menjalani puasa.
“Dan aku ngerasain dari tahun ke tahun selalu ada sayur timun itu masya Allah kayak ringan enak begitu. Paling sama nasi, nasi enggak terlalu banyak, lauknya yang dibanyakin begitu,” ungkapnya.
Selain membagikan menu sahur, Anwar juga menceritakan kebiasaan yang ia lakukan saat berbuka puasa. Ia memilih cara yang sederhana agar perut tidak langsung kaget setelah seharian berpuasa.
“Kalau aku buka puasa itu cuman air hangat ya. Karena kan supaya lambung kita terjaga kan seharian kosong enggak boleh kaget,” ucapnya.
“Baca bismillah, baca doa, minum tiga teguk ya kan. Terus makan kurma sesuai dengan sunah Nabi itu Cuma tiga biji ya, udah itu bikin kayak perutnya lebih santai,” lanjutnya.
Anwar mengaku tidak langsung makan nasi saat waktu berbuka tiba. Ia memilih menunggu hingga kondisi perutnya terasa lebih nyaman.
“Karena kalau misalkan ditimpa sama nasi, aku tipikal yang mual. Apalagi kan kita kerja main sketsa pindah sana-sani takutnya nanti tiba-tiba muntah begitu kan,” katanya.
Kebiasaan tersebut sudah ia jalani selama beberapa tahun terakhir. Ia merasa pola makan itu cukup membantu menjaga kebugarannya selama Ramadan.
“Tapi ini aku lakuin sudah 3 tahun berturut-turut, dan alhamdulillah badan aku sehat, badan aku bugar, enggak cepat ngantuk,” tuturnya.
Setelah menjalani berbagai kegiatan, Anwar biasanya baru makan nasi ketika sudah berada di rumah. Waktu tersebut menjadi kesempatan baginya untuk makan dengan lebih santai.
“Nanti sampai rumah kalau misalnya ingin makan ya udah makan nasi. Terus tidur, salat tarawih, nanti baru besok sahurnya makan nasi lagi itu lumayan nasinya paling satu centong, lauknya lumayan banyak begitu sama sayur timun,” tutupnya. (*)
Artikel Asli




