Program Makan Bergizi Gratis libur Lebaran, anggaran negara hemat Rp 5 Triliun

brilio.net
7 jam lalu
Cover Berita

Brilio.net - Badan Gizi Nasional (BGN) secara resmi memutuskan untuk menghentikan sementara distribusi program Makan Bergizi Gratis (MBG) sepanjang masa libur Lebaran tahun 2026 ini. Langkah ini diambil mengikuti kalender pendidikan serta aktivitas mudik masyarakat secara nasional. Meskipun ada jeda pengiriman, BGN memastikan bahwa pemenuhan gizi bagi para penerima manfaat utama tidak akan terganggu.

Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, menjelaskan bahwa untuk kategori pelajar, pengiriman bantuan pangan ini sudah diselesaikan pada akhir pekan lalu.

BACA JUGA :
Viral lele mentah MBG Pamekasan, ini resep lele marinasi dan tahu tempe ungkep


"Untuk yang Idulfitri ya, perlu saya sampaikan bahwa untuk anak sekolah, penyaluran terakhir tanggal 13 Jumat kemarin," ujar Dadan saat memberikan keterangan di Kantor Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, Selasa (17/3), dikutip brilio.net dari Liputan6 dan Merdeka, Rabu (18/3/2026).

Distribusi Khusus untuk Kelompok Rentan

MBG Libur Lebaran 2026
foto: bgn internal via bgn.go.id

BACA JUGA :
Luruskan isu zakat untuk program Makan Bergizi Gratis, BAZNAS: Hanya untuk 8 asnaf

Berbeda dengan jadwal anak sekolah, penyaluran bagi kelompok rentan seperti ibu hamil, balita, serta lansia memiliki durasi yang sedikit lebih panjang. Hal ini bertujuan agar ketersediaan asupan gizi mereka tetap terjaga hingga puncak perayaan hari raya.

"Nah, kemudian untuk ibu hamil, ibu menyusui, anak balita terakhir hari ini (Selasa, 17 Maret),” jelas Dadan mengenai batas akhir pengiriman bagi kategori non-pelajar.

Jadwal Operasional Kembali pada Akhir Maret

Setelah seluruh proses distribusi selesai pada hari ini, tim di lapangan akan memasuki masa cuti bersama. Program nasional ini kembali aktif segera setelah libur resmi berakhir. Dadan menegaskan bahwa operasional akan langsung dilanjutkan kembali pada penutup bulan Maret.

"Kita akan merayakan Idulfitri, dan program makan bergizi akan kembali operasional tanggal 31 Maret," tegasnya.

Efisiensi Anggaran Mencapai Rp 5 Triliun

Keputusan meliburkan program selama 11 hari ini diperkirakan membawa dampak positif bagi keuangan negara. Dengan menyesuaikan distribusi berdasarkan kehadiran nyata target sasaran di lapangan, negara melakukan penghematan.

"Kurang lebih sekitar Rp 5 triliun ya. Dihemat dengan seperti itu," ungkap Dadan mengenai angka efisiensi anggaran tersebut.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
BMKG: Jakarta Diprakirakan Berawan dengan Potensi Hujan Ringan
• 14 jam lalurepublika.co.id
thumb
Jelang Lebaran, Stok Daging Sapi Tiga Kali Lipat
• 9 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Polisi Selidiki Ledakan Mercon di Musala Blitar
• 19 jam lalumetrotvnews.com
thumb
IDAI Ingatkan Penggunaan Gawai Berlebihan Picu Gangguan Kesehatan dan Tumbuh Kembang Anak
• 4 jam lalupantau.com
thumb
H-3 Lebaran, Suasana Gambir Terkendali Meski Pemudik Terus Berdatangan
• 5 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.