IDAI Ingatkan Penggunaan Gawai Berlebihan Picu Gangguan Kesehatan dan Tumbuh Kembang Anak

pantau.com
3 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengingatkan bahwa penggunaan gawai secara berlebihan dalam jangka panjang dapat berdampak buruk pada kesehatan dan tumbuh kembang anak, terutama pada usia 5 hingga 15 tahun.

Anggota IDAI Tuty Herawati menyatakan dampak penggunaan gawai tidak hanya terlihat secara fisik, tetapi juga berkaitan dengan sistem saraf anak.

Ia mengatakan, "Kalau dilihat sekilas mungkin hanya perubahan postur seperti membungkuk. Tapi, di dalamnya bisa berkaitan dengan sistem saraf, sehingga ini bukan hal yang bisa dianggap ringan," ungkapnya.

Risiko Gangguan Fisik dan Perkembangan

Penggunaan gawai tanpa pengawasan dalam jangka panjang berpotensi menyebabkan gangguan postur tubuh, otot, hingga fungsi saraf yang dapat bertahan hingga anak dewasa.

Risiko tersebut dipengaruhi oleh intensitas dan durasi penggunaan gawai serta keseimbangan dengan aktivitas lain seperti bermain di luar ruangan dan olahraga.

Anak yang aktif secara fisik dan memiliki variasi aktivitas dinilai memiliki risiko lebih rendah dibandingkan dengan anak yang terus-menerus terpapar layar.

Pemerintah juga telah menerbitkan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 atau PP Tunas untuk melindungi anak dari dampak negatif penggunaan teknologi digital.

Pentingnya Variasi Stimulasi Otak Anak

Guru Besar Fakultas Psikologi Universitas Indonesia Prof. Rose Mini Agoes Salim menekankan pentingnya variasi stimulasi bagi perkembangan otak anak.

Ia mengatakan, "Pada masa golden age, otak anak sangat terbuka terhadap berbagai rangsangan. Tapi jika yang diterima hanya itu-itu saja, maka kemampuan lain tidak terstimulasi," ujarnya.

Menurutnya, kurangnya variasi stimulasi dapat menyebabkan perkembangan otak tidak optimal atau disebut brain drop.

Ia menambahkan, "Yang membuat otak berkembang bukan ukuran, tetapi banyaknya koneksi antar-saraf," katanya.

Penggunaan teknologi tetap dapat dimanfaatkan, namun tidak boleh menjadi satu-satunya sumber stimulasi bagi anak.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
DPRD DKI Sebut Bus Terminal Kalideres Harus Laik Jalan Jelang Arus Mudik
• 14 jam lalukompas.com
thumb
Serunya Mudik Gratis Member Alfamidi Berangkatkan 1.250 Pemudik
• 6 jam laludetik.com
thumb
Mudik, Rekoleksi "Tulang" yang Terpencar
• 6 jam lalukompas.id
thumb
Alasan TNI Tetapkan 4 Anggota Terduga Pelaku Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Kontras: Ada Kejanggalan
• 3 jam laluliputan6.com
thumb
Pemprov Jatim Yakin Target Investasi 147 Triliun Tercapai di Tengah Memanasnya Konflik Global
• 55 menit lalusuarasurabaya.net
Berhasil disimpan.