REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo berharap kerukunan dan kebersamaan masyarakat, khususnya kaum Betawi, dapat terus terjaga melalui tradisi Andilan Kebo.
“Kadang yang seperti ini bukan hanya sekadar membantu dengan kerbau, tetapi filosofi makna dalamnya yang sering kali tidak bisa kita jalankan. Saya sebagai gubernur, kata guyub untuk Majelis Kaum Betawi ini sesuatu hal yang betul-betul harus bisa diwujudkan,” kata Pramono saat menghadiri acara Andilan Kebo di Cipayung, Jakarta Timur, Rabu.
Baca Juga
Kasus Impor Mobil dari India, Potret Pertarungan Mentalitas Industriawan dan Pedagang
Sumpah Iran untuk Gugurnya Ali Larijani: Pembalasan Keras Menanti para Teroris Kriminal
H-3 Lebaran, GT Cikampek Utama Dipadati Kendaraan Pemudik
Ia menyampaikan, sebanyak sembilan kerbau telah disembelih sejak Selasa malam (17/3) hingga Rabu pagi. Daging dari sembilan kerbau tersebut kemudian dibagikan kepada masyarakat sekitar.
Pramono juga menegaskan komitmennya untuk mendukung pelestarian budaya Betawi. Menurut dia, keberadaan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2024 menempatkan budaya Betawi sebagai budaya utama di Jakarta.
/* Make the youtube video responsive */ .iframe-container{position:relative;width:100%;padding-bottom:56.25%;height:0 ;margin : 14px 0px 15px 0px}.iframe-container iframe{position:absolute;top:0;left:0;width:100%;height:100%} .rec-desc {padding: 7px !important;}
“Ini menjadi landasan dasar bagi perkembangan budaya dan juga perkembangan Jakarta sebagai kota global,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Dewan Adat Majelis Kaum Betawi (MKB) Fauzi Bowo mengaku bersyukur tradisi tersebut kembali dilaksanakan.
Fauzi yang akrab disapa Foke menjelaskan, tradisi Betawi umumnya berakar pada nilai-nilai agama, termasuk Andilan Kebo. Tradisi ini menjadi sarana untuk memperkuat gotong royong sekaligus berbagi kepada masyarakat yang membutuhkan.
“Seperti ayat yang tadi saya bacakan, ‘Di dalam setiap harta yang kita miliki itu ada hak dari orang miskin, baik yang meminta maupun tidak meminta’. Oleh karenanya, kami yang berkelebihan perlu memberikan perhatian terhadap firman Allah tadi. Itu keyakinan kami sebagai orang Betawi,” kata dia.
Ia berharap tradisi tersebut terus berkembang dan lestari sehingga mempererat kebersamaan kaum Betawi.
Andilan Kebo sendiri merupakan tradisi kolektif masyarakat Betawi yang dilakukan dengan cara patungan atau iuran untuk membeli kerbau. Tradisi ini biasanya digelar menjelang atau dalam momentum keagamaan tertentu, sebagai bentuk kepedulian sosial dan penguatan solidaritas warga.