Pengguna Mobil Listrik Jangan Gagal Paham, Ganti Ban Tak Bisa Sembarangan

viva.co.id
4 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA - Kasus ban bocor atau pecah di tengah perjalanan masih kerap terjadi dan sering memicu kepanikan pengemudi. Dalam situasi darurat seperti ini, banyak orang baru menyadari bahwa pemahaman soal ban ternyata masih minim, termasuk soal perbedaan ban mobil listrik dan mobil konvensional.

Padahal, seiring meningkatnya penggunaan kendaraan listrik, pemilik mobil perlu memahami bahwa ban bukan sekadar komponen pelengkap. Karakteristik kendaraan yang berbeda menuntut penggunaan ban dengan spesifikasi yang juga tidak sama.

Baca Juga :
Chery E5 Bikin Mobilitas Lebaran Lebih Nyaman
Jangan Asal Menepi! Tempat Ini Jadi Titik Paling Berisiko Saat Ganti Ban di Jalan

Dikutip VIVA Otomotif dari laman resmi Wuling, Rabu 18 Maret 2026, secara umum, ban mobil listrik dan konvensional memiliki struktur dasar serupa. Keduanya tetap menggunakan material utama seperti karet, serat, dan lapisan penguat. Namun, perbedaan mulai terlihat pada desain, komposisi material, hingga tujuan penggunaannya.

Salah satu pembeda utama terletak pada jenis ban yang digunakan. Mobil listrik umumnya mengandalkan ban dengan teknologi low rolling resistance (LRR). Ban jenis ini dirancang untuk mengurangi hambatan gulir saat roda berputar, sehingga energi yang dibutuhkan kendaraan menjadi lebih efisien. Hal ini penting karena efisiensi sangat berpengaruh terhadap jarak tempuh mobil listrik.

Sebaliknya, ban mobil konvensional tidak secara khusus dirancang untuk efisiensi energi. Desainnya lebih beragam dan disesuaikan dengan kebutuhan, mulai dari kenyamanan berkendara, performa, hingga kemampuan melibas berbagai kondisi jalan.

Dari sisi material, ban mobil listrik biasanya menggunakan bahan yang lebih ringan dan berteknologi tinggi. Tujuannya untuk menyeimbangkan bobot kendaraan yang cenderung lebih berat akibat baterai. Selain itu, material tersebut juga membantu mengurangi gesekan, sehingga meningkatkan efisiensi sekaligus memperpanjang umur pakai ban.

Sementara itu, ban mobil konvensional umumnya memiliki komposisi material yang lebih variatif, namun cenderung lebih berat. Hal ini tidak menjadi masalah besar karena kendaraan berbahan bakar fosil tidak terlalu bergantung pada efisiensi energi dari sisi ban.

Perbedaan lainnya juga terlihat pada performa. Ban mobil listrik dirancang untuk memberikan traksi yang optimal, terutama pada kondisi jalan licin atau basah. Distribusi bobot kendaraan yang lebih rendah, akibat posisi baterai di bawah lantai, turut membantu meningkatkan stabilitas dan handling.

Baca Juga :
Leapmotor Siap Masuk Indonesia, Ini Daftar Mobil Listriknya
Penjualan Mobil Listrik Global Alami Penurunan
Harga BBM Bikin Mobil Listrik Bekas Laris

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Surabaya Lengang karena Mudik Lebaran, Warga Jadi Tulang Punggung Keamanan
• 2 jam lalukompas.id
thumb
Hasil Orleans Masters: Raymond/Joaquin & Leo/Bagas Melaju, Rian/Rahmat Gugur
• 11 jam lalukumparan.com
thumb
Jadwal Imsak Jogja Hari Ini Rabu 18 Maret 2026, Lengkap Doa Sahur
• 14 jam lalurctiplus.com
thumb
Baru Sebulan Dipasang, Palang Perlintasan KA di Petamburan Rusak Ditabrak Motor
• 20 jam lalukompas.com
thumb
Jaga Kualitas Jaringan Selama Idul Fitri, Telkom Akses Siagakan 20 Ribu Teknisi
• 4 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.