Pasokan Batu Bara Sempat Seret, Listrik Dipastikan Aman saat Lebaran

kumparan.com
6 jam lalu
Cover Berita

Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Muhammad Qodari mengatakan pasokan energi selama periode Ramadan dan Idul Fitri 2026 diprediksi aman, termasuk listrik yang masih mempunyai cadangan daya 9,7 persen.

Qodari mengatakan Posko Nasional Sektor ESDM Idul Fitri 2026 memiliki waktu pemantauan terpadu terhadap pasokan dan distribusi energi nasional berlangsung sejak 12 Maret sampai 31 Maret 2026.

"Insyaallah ya sistem kelistrikan nasional diperkirakan memiliki beban puncak sebesar 47.198 megawatt, sementara daya mampu pasok mencapai 51.608 megawatt sehingga tersedia cadangan daya sekitar 9,7 persen jadi ada cadangan masih," ungkapnya saat konferensi pers, Rabu (18/3).

Qodari menjelaskan, BPH Migas bersama Pertamina menyiapkan 125 terminal BBM, 7.885 SPBU, serta 72 depot pengisian pesawat udara di berbagai wilayah Indonesia.

Sementara penyaluran LPG selama periode Ramadan dan Idul Fitri 2026 disiagakan 40 terminal LPG, 757 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Elpiji, serta 6.662 agen LPG yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia dan pangkalan LPG beroperasi 24 jam.

Kemudian, PGN menyalurkan gas kepada lebih dari 3.290 pelanggan komersial dan industri, 2.900 pelanggan kecil, serta 818.000 rumah tangga di seluruh wilayah Indonesia. Distribusi ini didukung jaringan pipa sepanjang 33.400 km di 18 provinsi dan 74 kabupaten kota termasuk pasokan ke lebih dari sembilan pembangkit listrik untuk menjaga keandalan energi.

Terakhir, PLN menyiapkan 1.681 SPKLU di 994 lokasi di sepanjang jalur mudik, meningkat 1,7 kali lipat dibandingkan dengan Lebaran tahun lalu. Kapasitas juga ditingkatkan melalui fast and ultra fast charging untuk melayani lonjakan pemudik kendaraan listrik dari 13.674 mobil pada tahun 2025, menjadi 23.147 mobil pada tahun 2026 agar pengisian tetap aman dan minim antrean.

Sebelumnya, sejumlah PLTU mengalami krisis pasokan batu bara usai pemangkasan produksi batu bara dalam Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) tahun 2026.

Kendati sudah terjadi sejak tahun 2025, hal ini utamanya disebabkan harga batu bara Domestic Market Obligation (DMO) untuk pembangkit sangat rendah, hanya USD 70 per ton, sementara harga yang ditetapkan untuk pabrik semen lebih tinggi yakni USD 90 per ton, serta untuk kebutuhan smelter dan ekspor menggunakan harga pasar.

Direktur Manajemen Pembangkitan PLN, Rizal Calvary Marimbo, buka suara terkait isu krisis batu bara di pembangkit. Dia mengungkapkan pasokan masih aman dan terkendali.

"Ketersediaan batu bara kita sangat memadai, karena kami PLN baru saja mendapatkan kepastian penugasan terhadap 8 pemasok utama batu bara untuk PLN dan IPP (Independent Power Producer)," ungkap Rizal saat ditemui di kantor Kementerian ESDM.

Rizal menyebutkan pemasok utama tersebut yakni PT Adaro Indonesia, PT Arutmin Indonesia, PT Berau Coal, PT Kaltim Prima Coal, PT Kideko Jaya Agung, PT Multi Harapan Utama, PT Indominco Harapan Mandiri, dan PT Bukit Asam.

Kepastian pasokan ini, kata dia, dapat menopang cadangan batu bara di PLTU milik PLN hingga Agustus 2026, sehingga indikator Hari Operasi (HOP) dapat membaik. Saat ini, beberapa PLTU memiliki HOP di bawah 10 hari, dari seharusnya 25 hari.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Gate Tol Kalikangkung Steril Bersiap One Way Nasional, Tutup Jalur Untuk Pemudik dari Semarang-Jakarta
• 19 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Menhan Tegaskan TNI Bukan Prajurit Bayaran, Digaji Rakyat untuk Berbakti
• 14 jam lalukompas.com
thumb
Malaysia Mundur dari Perjanjian Dagang AS: Apakah Indonesia Siap Ikuti Jejaknya?
• 5 jam laluharianfajar
thumb
Jelang Lebaran, Warga Terdampak Bencana di Solok Terima Bantuan Presiden
• 14 jam lalutvrinews.com
thumb
Pastikan Mudik Aman, 3.972 Polisi Disebar ke Berbagai Titik Vital di Banten
• 22 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.