Perum Bulog kembali menyalurkan bantuan pangan berupa beras SPHP dan MinyaKita ke berbagai daerah. Program ini menyasar puluhan juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dan dilakukan serentak secara nasional.
Khusus wilayah DKI Jakarta, penyaluran perdana dilakukan di Kampung Bidara, Cilincing, Jakarta Utara. Di lokasi ini, sebanyak 3.200 KPM menerima paket bantuan sembako, yang selanjutnya akan diperluas secara bertahap ke wilayah lain.
Untuk mempercepat proses distribusi, Bulog menerapkan mekanisme penukaran berbasis barcode. Masyarakat cukup membawa undangan yang telah dibagikan sebelumnya oleh dinas terkait.
"Nah barcode itu nanti akan diverifikasi oleh tim dari Bulog dan teman-teman dari Kelurahan maupun dari Kecamatan. Nanti di-scan barcode-nya kalau memang sudah masuk di-scan oke berarti yang bersangkutan berhak menerima bantuan tersebut," kata Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani di Marunda, Jakarta Utara, Rabu (18/3).
Bulog menargetkan percepatan distribusi agar sebagian besar bantuan sudah tersalurkan sebelum Lebaran. Dalam waktu dekat, realisasi penyaluran diharapkan sudah mencapai lebih dari separuh target nasional.
"Dalam satu sampai 2 hari ini mudah-mudahan bisa mencapai sekitar 50 persen-60 persen dari harapannya seperti itu," ungkap Rizal.
Rizal mengungkapkan total penerima bantuan pangan kali ini mencapai 32 juta. Jumlah penerima tersebut meningkat signifikan dari penyaluran sebelumnya yang hanya menyasar sekitar 18 juta KPM.
Kebijakan tersebut diambil juga untuk memperkuat daya beli masyarakat, terutama menjelang momen Lebaran 2026.
"Bantuan pangan ini sangat memberikan dukungan luar biasa, dengan memberikan bantuan lebih kurang 32 juta KPM di seluruh tanah air," tutur Rizal.





