Hingga H-4 Lebaran, Pemudik Pengguna Angkutan Umum Naik 10,98%

bisnis.com
5 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Perhubungan mencatat sepanjang periode Angkutan Lebaran 2026 atau hingga H-4 Lebaran, Selasa (17/3/2026), penumpang yang berangkat menggunakan angkutan umum tercatat melonjak hingga 10,98%. 

Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenhub Ernita Titis Dewi mengungkapkan, angka tersebut melonjak dari periode yang sama tahun lalu sebanyak 5,63 juta orang, menjadi 6,25 juta orang. 

Titis menuturkan, peningkatan pergerakan penumpang dari H-8 hingga H-4 ini menunjukkan masyarakat mulai melakukan perjalanan mudik secara serentak. Mengingat pada 18 Maret 2026 sudah memasuki waktu Cuti Bersama Nyepi.

“Tren kenaikan ini menunjukkan masyarakat telah melakukan mudik lebih awal memanfaatkan kebijakan work from anywhere [WFA] maupun cuti bersama,” katanya dalam siaran pers, Rabu (18/3/2026). 

Secara perinci, moda perkeretaapian merupakan moda yang memiliki kenaikan tertinggi yaitu naik 15,67% sebesar total 1.863.782 orang dibandingkan 1.611.291 orang pada tahun lalu. 

Selanjutnya, angkutan udara naik 8,14% sebanyak 1.424.872 dibandingkan 1.317.557 penumpang pada tahun lalu. Kemudian angkutan laut naik 10,50% sebanyak 527.535 orang dibandingkan 477.418 orang pada tahun lalu, dan angkutan penyeberangan naik 11,27% atau sebesar 1.511.072 orang dibandingkan 1.358.016 orang pada tahun lalu. 

Baca Juga

  • H-3 Lebaran, Stasiun Pasar Senen Dipadati Pemudik
  • H-3 Lebaran, Terminal Kampung Rambutan Berangkatkan Sekitar 20.000 Orang
  • Harga Tiket Bus di Terminal Kampung Rambutan Naik 20%-100% Jelang Lebaran

Sementara angkutan darat, yang umumnya menggunakan bus, naik 6,41% sebanyak 924.545 orang dibandingkan 868.839 orang pada tahun lalu.

Dari sisi layanan, kondisi operasional angkutan umum secara umum tetap terjaga. Tingkat ketepatan waktu (on time performance/OTP) pada 17 Maret 2026 (H-4) tercatat 95,90% untuk kereta api antarkota dan 99,20% untuk perkeretaapian perkotaan regional. 

Selain itu, OTP angkutan udara domestik mencapai 81,81%, sementara udara internasional mencapai 70,45%. Selanjutnya untuk angkutan laut mencapai 95,82%, untuk penyeberangan sebesar 95,09%, dan 71,92% untuk angkutan jalan. 

Selain kepadatan lalu lintas, Kementerian Perhubungan juga terus memantau faktor cuaca dan geologi yang berpotensi memengaruhi operasional transportasi. 

Pada H-3 terpantau adanya sebaran abu vulkanik dari Gunung Ibu Halmahera dan Gunung Semeru yang berdampak pada sejumlah rute penerbangan, meskipun secara umum operasional transportasi tetap berjalan. 

“Kemenhub mengimbau masyarakat untuk selalu memantau informasi resmi terkini dari operator dan petugas di lapangan, serta mematuhi seluruh arahan demi kelancaran dan kenyamanan bersama perjalanan mudik Lebaran 2026,” pungkas Titis.

Meski demikian, Kemenhub mencatat kendaraan pribadi, baik mobil dan motor, masih menjadi pilihan utama masyarakat untuk melaksanakan mudik. 

Dalam survei Badan Kebijakan Transportasi (BKT), sebanyak 76,24 juta masyarakat (52,98%) orang memilih mudik pakai mobil. Sementara 24,08 juta orang (16,74%) lainnya memilih moda sepeda motor. Sisanya, menggunakan angkutan umum. 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Prakiraan Cuaca Nyepi 19 Maret 2026 di Kota-Kota Besar Indonesia, Dominan Hujan dan Berawan
• 5 jam lalukompas.tv
thumb
Menyapa "Kuda Api" di Langit Orion: Potret Mahakarya Astrofotografer Indonesia
• 20 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Komisi III DPR Minta Polri dan TNI Sinergi Tangani Kasus Penyiraman Air Keras
• 1 jam laludetik.com
thumb
3 Zodiak yang Dikenal sebagai Sosok Paling Pemaaf
• 11 jam lalubeautynesia.id
thumb
Bangkit dari Terlupakan, Ezra Walian Rebut Hati John Herdman untuk Timnas Indonesia di FIFA Series 2026?
• 18 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.