Ngaku Lepat lewat Ketupat

kompas.id
2 jam lalu
Cover Berita

Kehadiran ketupat saat rangkaian perayaan Idul Fitri memiliki falsafah kerendahan hati bagi Muslim di Jawa. Kupat, ketupat dalam bahasa Jawa, merupakan akronim dari ngaku lepat, yang berarti ”mengaku salah”. Di dalam dakwah Sunan Kalijaga, diyakini, menggunakan ketupat sebagai simbolisasi laku papat, yaitu empat perilaku dalam merayakan Idul Fitri, salah satunya ialah saling memaafkan. Perayaan ketupat melalui tradisi bakda kupat pada seminggu setelah Idul Fitri merupakan hasil akulturasi budaya Hindu-Buddha dengan Islam oleh Wali Sanga.

Ketupat sebagai hidangan khas Nusantara memiliki sejarah yang panjang dan berliku. Makanan ini berakar dari era kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia. Kata kupat, akupat, khupat-khupatan telah muncul di dalam naskah sastra Jawa kuno kakawin Kresnayana, kakawin Subadra Wiwaha, dan kidung Sri Tanjung. Adapun kata ’kupatay’ muncul dalam kakawin Ramayana. Sejumlah naskah tersebut menunjukkan bahwa ketupat telah hadir jauh sebelum proses Islamisasi pada abad ke-14 hingga ke-15 Masehi.

Geser untuk melihat cara menganyam ketupat


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Permudah Transaksi, Gopay Layani Pembelian Tiket Bus hingga Pesawat di Lebaran 2026
• 23 jam laluviva.co.id
thumb
Pep Guardiola Bertekad Bawa Manchester City Berjaya Lagi Musim Depan
• 11 jam lalurepublika.co.id
thumb
Pramono Izinkan Warga Jakarta yang Mudik Titip Kendaraan di Kantor Milik Pemprov
• 6 jam lalukumparan.com
thumb
Proyeksi Pemudik EV Melonjak, Dirut PLN Cek Kesiapan Layanan SPKLU Trans Jawa
• 3 jam lalurepublika.co.id
thumb
B-Nation Bersama YSL Beauty Indonesia Rayakan Ramadan dengan Elegan di YSL Eid Podium
• 6 jam lalubeautynesia.id
Berhasil disimpan.