Tips Pilih Emas Perhiasan atau Batangan jelang Lebaran, Mana yang Lebih Efisien?

bisnis.com
6 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA -- Menjelang Lebaran, tradisi membeli emas baik sebagai investasi maupun perhiasan kembali meningkat di masyarakat. Di tengah tren ini, publik kerap bertanya-tanya mana yang lebih efisien antara emas perhiasan dan batangan.

Pilihan emas perhiasan atau batangan bukan hanya soal gaya, tetapi juga potensi keuntungan. Batangan lebih efisien karena selisih harga beli-jual lebih kecil, sedangkan perhiasan memberi nilai estetika dan emosional yang tetap bernilai ekonomi.

Brand Manager Lakuemas, Esther Napitupulu, mengatakan hingga saat ini emas masih menjadi instrumen yang paling dilirik. Minat masyarakat pun tidak hanya tertuju pada emas batangan atau digital, tetapi juga perhiasan.

Menurut Esther, emas dalam bentuk apa pun tetap berfungsi sebagai aset pelindung nilai. Meski demikian, perhiasan memiliki selisih harga jual dan beli yang lebih besar dibandingkan emas batangan. “Selain bisa dipakai, ia juga menyimpan nilai ekonomi yang bisa dipertahankan dalam jangka panjang,” ujarnya.

Esther juga meluruskan persepsi masyarakat bahwa investasi emas harus selalu berbentuk batangan. Dalam kondisi pasokan terbatas, perhiasan berkadar tinggi atau emas digital juga dapat menjadi alternatif yang relatif aman.

“Yang penting adalah memahami tujuan pembelian, apakah untuk investasi jangka panjang, gaya, atau keduanya,” tuturnya.

Baca Juga

  • Harga Emas Antam di Pegadaian Hari Ini Rabu 18 Maret 2026
  • Prediksi Harga Emas Setelah Lebaran 2026, Naik atau Justru Koreksi?
  • Emas Konsolidasi di Level US$5.000, Pasar Cermati Dampak Perang dan Inflasi

Meski demikian, dari sisi efisiensi finansial, perencana keuangan Ahmad Gozali menilai emas perhiasan tidak seoptimal emas batangan. Dia menekankan pentingnya membedakan emas sebagai instrumen investasi dan konsumsi.

Menurutnya, perhiasan lebih tepat disebut sebagai aset konsumtif bernilai simpan. Artinya, meski tetap memiliki nilai ekonomi, pembeliannya sering kali didorong oleh faktor gaya dan emosional.

Dari sisi perhitungan, selisih harga beli dan jual (spread) perhiasan umumnya lebih besar karena adanya biaya pembuatan dan desain. Sebagai gambaran, spread perhiasan bisa mencapai belasan hingga puluhan persen, sementara emas batangan relatif lebih kecil.

Namun, Gozali memahami sebagian masyarakat tetap memilih perhiasan karena ingin memegang emas secara fisik terlebih saat Lebaran tiba. Oleh karena itu dalam kondisi pasokan batangan terbatas, perhiasan berkadar tinggi dapat menjadi alternatif.

“Kalau ingin pegang fisik karena merasa lebih aman, maka bisa pilih emas perhiasan dengan kadar setinggi mungkin,” tandasnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Soal Kisruh Pembatasan Transaksi Valas, BI Buka Suara
• 22 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Menhub: Puncak arus mudik motor di Ciwandan 18-19 Maret
• 22 jam laluantaranews.com
thumb
Berbagi Takjil Bersama Hotel Peninsula
• 11 jam lalumediaindonesia.com
thumb
OCI MSA Dibentuk, Atur Standar Terbuka Infrastruktur AI Optik
• 3 jam lalumedcom.id
thumb
Kenneth Sidak Terminal Kalideres, Soroti Kenyamanan Jelang Idulfitri 2026
• 14 jam lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.