TANGERANG, KOMPAS.com - Bunga (21), perantau yang bekerja sebagai analis kimia di Tangerang, Banten, mengungkapkan caranya berburu tiket pesawat murah pada periode mudik Lebaran 2026 hingga berhasil mendapatkannya.
Ia mengaku harus rutin mengecek ketersediaan tiket pesawat di aplikasi agen perjalanan online, bahkan hingga dini hari demi mendapatkan harga yang lebih terjangkau untuk mudik ke kampung halamannya di Padang, Sumatera Barat.
“Kalau belum dapat tiket, saya pantau terus, bisa tiap jam dicek. Bahkan sampai dini hari, sekitar jam 03.00, biasanya tiket ke Padang baru banyak muncul,” ujar Bunga saat ditemui di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Rabu (18/3/2026).
Baca juga: Jalur Kalimalang Bekasi Malam Ini Dipadati Pemudik, Didominasi Sepeda Motor
Usaha yang dilakukannya pun membuahkan hasil. Ia akhirnya mendapatkan tiket pesawat seharga Rp 1,6 juta untuk sekali perjalanan dengan maskapai Garuda Indonesia.
"Sebenarnya buat kita yang perantau, harga segitu masih agak mahal ya tapi saya bersyukur soalnya teman saya dapatnya Rp 1,9 juta untuk rute yang sama, beda hari. Jadi memang harus cepat dan sering dicek," jelas dia.
Menurut Bunga, memantau tiket pada waktu tertentu menjadi salah satu cara untuk mendapatkan harga lebih murah, terutama pada dini hari.
“Kalau dini hari biasanya lebih banyak pilihan dan kadang ada diskon,” imbuh dia.
Sebagai perantau sejak 2023 lalu, ia pun menyarankan cara serupa untuk membeli tiket jauh-jauh hari, bahkan sebelum bulan Ramadhan.
“Kalau bisa beli sebelum puasa. Soalnya makin dekat Lebaran biasanya makin susah dan cepat habis,” kata dia.
Baca juga: Cerita Peserta Talent Scouting UI Dinyatakan Lulus lalu Batal: Sudah Sempat Doa Bersama
Meskipun begitu, Bunga menilai harga tiket pesawat domestik masih relatif tinggi, terutama pada periode mudik Lebaran.
Ia berharap harga tiket pesawat pada periode mudik tahun selanjutnya bisa lebih terjangkau.
“Harapannya tiket lokal bisa lebih murah. Soalnya sekarang masih terasa mahal, apalagi kalau pulang-pergi bisa sampai Rp 3 jutaan,” ucap dia.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang