Penulis: Jeffry
TVRINews, Palembang
Aksi percobaan bunuh diri yang dilakukan seorang wanita muda di Jembatan Ampera, Palembang, Rabu, 18 Maret 2026, sekitar pukul 18.00 WIB, berhasil digagalkan oleh petugas kepolisian berkat respons cepat dari layanan darurat 110.
Wanita tersebut diketahui berinisial Yuli, warga asal Lampung, yang baru tiba di Palembang sekitar dua hari sebelumnya. Ia diduga berniat mengakhiri hidup dengan cara melompat dari atas Jembatan Ampera.
Aksi nekat itu berhasil dicegah setelah pihak kepolisian menerima laporan melalui layanan 110. Mendapatkan informasi tersebut, anggota piket Pos Yan Bundaran Air Mancur yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian langsung bergerak cepat menuju tempat kejadian perkara (TKP).
Brigadir Mukmin, petugas yang pertama kali merespons laporan, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ia menjelaskan bahwa laporan masuk melalui layanan darurat 110 terkait adanya seorang wanita yang diduga hendak melakukan bunuh diri.
“Benar, kami menerima laporan melalui layanan 110 bahwa ada seorang wanita yang ingin melompat dari Jembatan Ampera. Karena lokasi pos kami dekat, kami langsung menuju TKP untuk melakukan pengecekan,” ujarnya.
Beruntung kami datang tepat waktu dan berhasil mengamanan wanita tersebut dan menggagalkan niat buruknya itu"
Setibanya di lokasi, petugas mendapati korban dalam kondisi tertekan dan berada di area jembatan. Polisi kemudian segera mengamankan yang bersangkutan dan melakukan pendekatan persuasif.
“Setelah kami lakukan interogasi singkat, diketahui wanita tersebut berinisial Y, berasal dari Lampung. Saat ini yang bersangkutan sudah kami amankan dan mendapatkan penanganan serta konseling dari pihak dinas kesehatan,” tambahnya.
Hingga kini, motif pasti yang mendorong korban melakukan aksi tersebut masih dalam pendalaman. Namun, dugaan sementara mengarah pada permasalahan pribadi, termasuk kemungkinan terkait persoalan asmara.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya peran layanan darurat 110 serta kewaspadaan masyarakat dalam mencegah tindakan yang membahayakan keselamatan jiwa.
Editor: Redaktur TVRINews





