Ikan 19 Kg di Kontes Bandeng Kawak Gresik 2025 Cetak Rekor, Terjual Rp50 Juta

metrotvnews.com
9 jam lalu
Cover Berita

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik, Jawa Timur, kembali menggelar tradisi Pasar Bandeng dan Kontes Bandeng Kawak sebagai upaya menjaga budaya yang telah ada sejak zaman Sunan Giri. Selain pelestarian budaya, kegiatan ini bertujuan mengenalkan potensi bandeng di Gresik guna mendongkrak perekonomian para petambak dan pelaku UMKM setempat.

Kabupaten Gresik dikenal sebagai sentra penghasil ikan bandeng terbaik. Pada 2025, lahan budidaya perikanan seluas 28.653 hektare mampu menghasilkan 91.400 ton bandeng, atau senilai Rp1,979 triliun. 

Plt. Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Gresik, Eko Anindito Putro, menjelaskan bahwa potensi besar ini membuat Gresik ditetapkan sebagai 'Gresik Kampung Bandeng', dengan salah satu titik pusatnya berada di Desa Pangkah Wetan berdasarkan ketetapan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Potensi besar sebagai penghasil bandeng ini menjadikan Pemkab Gresik konsisten terus melestarikan tradisi Pasar Bandeng. Pasar Bandeng ini sebagai sarana petani tambak menjajakan ikan budidayanya guna mendongkrak pendapatan mereka. 

Terdapat peningkatan signifikan baik secara kualitas maupun kuantitas produksi, sesuai dengan target Bupati Gresik dan Menteri KKP agar kehadiran pemerintah mampu meningkatkan produktivitas budidaya.
  Baca juga: Unik, Posko Mudik di Tasikmalaya Ini Dilengkapi Museum Mini Tokoh Pahlawan
Kontes Bandeng Kawak 2026 atau bandeng raksasa ini menjadi rangkaian kegiatan Pasar Bandeng yang digelar Pemkab Gresik di kawasan wisata Bandar Grissee, Kota Gresik. Tradisi peninggalan Sunan Giri ini dilaksanakan selama tiga hari berturut-turut, dimulai pada malam ke-27 Ramadan. 

Selain menyambut Hari Raya Idulfitri, kontes Bandeng Kawak di penghujung Ramadan ini juga menjadi ajang kompetisi bagi para petani tambak untuk memamerkan kualitas hasil budidaya mereka.

Dari tiga peserta yang bertarung, Syaifullah Mahdi, petani tambak asal Desa Pangkah Wetan, keluar sebagai juara dengan bobot bandeng 19 kg. Ia memecahkan rekor bandeng terbesar dan mendapatkan uang pembinaan sebesar Rp30 juta.

Disusul juara kedua Askin dengan bobot bandeng 14 kg, mendapatkan hadiah Rp25 juta. Dan juara ketiga, Zainul Abidin dengan bobot bandeng 8 kg, mendapatkan hadiah Rp20 juta.

Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani, menyatakan bahwa bandeng merupakan komoditas unggulan yang menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah. Kontes yang telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda ini memberikan dampak ekonomi luas bagi petambak dan pelaku UMKM di Kabupaten Gresik. 

Keberpihakan pemerintah pusat juga ditunjukan lewat pemberian dukungan berupa alokasi pupuk subsidi bagi petani budidaya melalui Kementerian KKP, agar petani tambak lebih bersemangat meningkatkan produksi demi memperkuat ketahanan pangan nasional.

Setelah pengumuman pemenang, bandeng juara seberat 19 kg yang telah dipelihara selama 18 tahun tersebut langsung dilelang. PT Petrokimia Gresik keluar sebagai pemenang lelang dengan penawaran senilai Rp50 juta. Seluruh uang hasil lelang tersebut akan disetorkan ke kas daerah Kabupaten Gresik.

Kontes Bandeng Kawak Tahun ini juga dimeriahkan dengan sesi live cooking bersama Chef Rudy Choirudin dan ditutup dengan kegiatan makan bersama masakan serba ikan bandeng oleh ribuan masyarakat Gresik yang antusias menyaksikan jalannya kontes Bandeng Kawak 2026.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Artotel Harmoni Jakarta Gelar “A MONTH OF KINDNESS AND GIVING” Untuk Berbagi
• 4 jam laluerabaru.net
thumb
Harga Minyak Lompat Lebih dari 3%, Brent Sentuh USD111/Barel
• 10 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Kisah Mustaqim, Mudik Bawa Oleh-oleh Kompor Gas demi Orangtua di Kampung
• 5 jam lalukompas.com
thumb
Terekam CCTV! Pemudik Motor Tewas Tabrak Gerobak Gule di Surabaya
• 22 jam lalurctiplus.com
thumb
Jelang Lebaran, Blok M masih padat
• 7 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.