Intelijen Iran Lumpuh, AS Terjang Bunker Nuklir

tvrinews.com
4 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Fityan

TVRiNews - Teheran

 Eskalasi Total: Menhan Iran Tewas Tereliminasip

Arus konflik di Timur Tengah mencapai titik didih baru setelah Israel mengonfirmasi keberhasilan operasi presisi yang menewaskan Menteri Intelijen Iran, Esmaeil Khatib. 

Serangan udara yang dilancarkan di jantung kota Teheran ini terjadi hanya berselang 24 jam setelah tewasnya Sekretaris Dewan Keamanan Nasional, Ali Larijani, menandakan keruntuhan sistematis pada struktur komando tertinggi Republik Islam tersebut.

Militer Israel (IDF) dalam pernyataan resminya menyebut eliminasi Khatib sebagai langkah krusial dalam melumpuhkan jaringan spionase dan operasi klandestin Iran di seluruh dunia. 

"Rantai komando rezim ini sedang diputus satu per satu. Operasi tidak akan berhenti sampai ancaman sepenuhnya sirna," tegas juru bicara militer Israel.

Bunker Buster AS Hantam Selat Hormuz

Di saat yang sama, Pentagon mengonfirmasi penggunaan amunisi penghancur bunker (bunker busters) seberat 5.000 pon di sepanjang garis pantai Selat Hormuz.

 Serangan udara Amerika Serikat ini menargetkan situs-situs rudal bawah tanah yang dianggap mengancam jalur pelayaran energi global.

Penggunaan bom penetrasi dalam (deep penetrator) ini mengirimkan sinyal destruktif bagi fasilitas militer Iran yang sebelumnya dianggap tidak tertembus.

 Langkah ini diambil setelah Teheran secara efektif menutup Selat Hormuz, yang memicu lonjakan harga minyak dunia hingga menembus angka $110 per barel.

Dampak Global dan Ancaman Balasan

Situasi di lapangan kini berubah menjadi perang terbuka yang melibatkan serangan fasilitas energi secara timbal balik. 

Berikut  eskalasi yang terjadi saat ini:

- Lumpuhnya Jalur Minyak: Penutupan Selat Hormuz menyebabkan gangguan pada 20% pasokan minyak dunia.

- Serangan Balasan Iran: Teheran membalas dengan meluncurkan gelombang drone dan rudal ke wilayah Israel serta fasilitas gas di Qatar dan UEA.

- Krisis Kemanusiaan: Pemerintah Iran melaporkan ribuan korban jiwa akibat serangan udara yang terus berlanjut sejak akhir Februari.

Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, memperingatkan bahwa serangan terhadap infrastruktur energi akan memicu "konsekuensi tak terkendali" yang akan menyeret seluruh dunia ke dalam krisis yang lebih dalam.

"Dunia sedang menyaksikan pergeseran peta kekuatan di Timur Tengah. Pertanyaannya bukan lagi kapan perang berakhir, melainkan apa yang tersisa setelah debu pertempuran ini mereda." dikutip NBC News

Editor: Redaksi TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kepuasan Publik Andra - Dimyati Tembus 80,9 Persen, DPRD Banten Singgung Program Sekolah Gratis
• 10 jam lalurctiplus.com
thumb
Empat Eks Anggota ZEROBASEONE Siap Debut jadi Boy Group Baru Tahun Ini
• 21 jam lalucumicumi.com
thumb
Tetus Dihantam Masalah, Inara Rusli Instropeksi Diri dan Bersyukur
• 3 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Foto: Ramainya Pelabuhan Merak pada H-2 Lebaran
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
54 Perwira Tinggi TNI Naik Pangkat, Irjen TNI Pimpin Upacara di Mabes
• 9 jam lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.