JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkapkan, menjelang Lebaran 2026, sejumlah wilayah di Indonesia dilanda banjir, kebakaran hutan, hingga angin kencang.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi basah maupun kering.
Dia meminta masyarakat memantau informasi cuaca secara berkala, menjaga lingkungan sekitar, serta segera melaporkan kejadian darurat kepada BPBD setempat.
Baca juga: Rachmat Gobel Titip Ribuan Radio ke JK untuk Korban Banjir Sumatera
Selain itu, pemerintah daerah bersama BPBD juga diimbau untuk memastikan kesiapan personel, logistik, dan peralatan guna mendukung upaya pengurangan risiko bencana dan penanganan darurat secara cepat dan terkoordinasi.
Banjir
Banjir terjadi di Kabupaten Timor Tengah Utara, Provinsi Nusa Tenggara Timur, pada Selasa (17/3/2026).
Abdul menyebut peristiwa ini dipicu hujan dengan intensitas tinggi dan berdampak pada 150 kepala keluarga atau 500 jiwa.
"Saat ini banjir telah berangsur surut dan BPBD setempat terus melakukan pendataan serta koordinasi penanganan," ujar Abdul, dalam keterangannya, Kamis (19/3/2026).
Kemudian, banjir juga terjadi di Kabupaten Gresik, Provinsi Jawa Timur, pada Senin (16/3/2026).
Baca juga: Prabowo Diskusi Bareng Jurnalis-Pakar hingga Dini Hari, Bahas Apa Saja?
Banjir di Gresik dipicu curah hujan tinggi dengan durasi lama, serta kondisi drainase yang kurang memadai, sehingga menyebabkan genangan di jalan dan permukiman warga.
Tidak hanya itu, banjir juga terjadi di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat pada Rabu (18/3/2026).
Kejadian ini berdampak pada 332 kepala keluarga atau 969 jiwa.