Pantau - Kawasan Masjid Jogokariyan di Kota Yogyakarta dipadati ribuan warga dan pemudik yang datang untuk berburu takjil gratis dan menikmati suasana berbuka puasa bersama yang telah berlangsung selama lebih dari dua dekade, Rabu (18/3/2026).
Ribuan Porsi Takjil Disiapkan Setiap HariKegiatan yang dikenal sebagai Kampoeng Ramadhan Jogokariyan ini rutin menyediakan ribuan porsi makanan berbuka puasa bagi pengunjung setiap harinya.
Koordinator Takjil Masjid Jogokariyan Ismail Thoha Putra mengatakan, “Setiap hari selama satu bulan penuh kami menyiapkan menu buka puasa. Tahun ini sekitar 3.800 porsi per hari.”
Jumlah tersebut meningkat saat akhir pekan hingga mencapai sekitar 4.350 porsi per hari meski kerap masih belum mencukupi.
“Kalau Jumat, Sabtu, Ahad itu bisa sampai 4.350 porsi, itu pun masih kurang,” ujarnya.
Pengunjung yang datang diminta mengonsumsi makanan di lokasi sebagai bentuk menjaga amanah dari para donatur.
“Ini amanah dari donatur untuk iftar, jadi kami ajak makan di tempat. Kalau pakai boks bisa dibawa pulang dan tidak dimakan, saat berbuka,” ungkapnya.
Libatkan Warga dan Gerakkan UMKMSeluruh proses memasak melibatkan warga setempat yang tergabung dalam 28 kelompok dasawisma dengan menu yang berbeda setiap hari.
Distribusi makanan dilakukan secara terstruktur mulai pukul 14.30 WIB hingga menjelang waktu berbuka puasa.
Selain makanan utama, panitia juga menyediakan minuman khas berupa setup nanas yang menjadi ciri khas kegiatan tersebut.
“Setup nanas ini khas, munculnya setahun sekali di Jogokariyan,” kata Ismail.
Kawasan tersebut juga diramaikan oleh pasar sore yang diikuti 415 pelaku UMKM yang mendapatkan fasilitas lapak secara gratis.
“Gratis lapaknya, jadi mereka bisa berjualan di sini,” ujarnya.
Keberadaan Kampoeng Ramadhan Jogokariyan menjadikan kawasan masjid tidak hanya sebagai pusat ibadah, tetapi juga penggerak ekonomi masyarakat selama bulan Ramadhan.




