Beda Inisial Tersangka Penyiram Air Keras, Wamenham Minta Polri dan TNI Sinergi

bisnis.com
3 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Pengungkapan identitas pelaku penyiraman air keras antara Polri dan TNI membuat publik bingung, terlebih lagi adanya status penangkapan para prajurit yang berasal dari Badan Intelijen Strategis alias Bais TNI.

Terkait hal itu, Wakil Menteri HAM Mugiyanto menyoroti perbedaan informasi penegakan hukum TNI-Polri terkait kasus penyiraman air keras terhadap aktivis Kontras Andrie Yunus.

Dia meminta agar TNI dan Polri bisa bersinergi dalam penegakan hukum kasus tersebut agar tidak menimbulkan kebingungan di tengah masyarakat.

"Penting untuk memastikan adanya koordinasi yang kuat dan konsistensi data antar-aparat penegak hukum, agar tidak menimbulkan kebingungan di ruang publik serta menjaga integritas proses penanganan perkara," kata Mugiyanto dalam keterangan tertulis, Kamis (19/3/2026).

Dia menambahkan, pihaknya mendukung terus penyelidikan dan penyidikan terus dilanjutkan secara menyeluruh. Dengan begitu, seluruh pelaku hingga aktor intelektual perkara ini dapat terungkap.

Lebih lanjut, Mugiyanto menyatakan bahwa perlindungan terhadap pembela HAM merupakan bagian integral dari kewajiban negara dalam menjamin ruang partisipasi publik yang aman dan bermartabat. 

Baca Juga

  • Koalisi Sipil Desak Kasus Penyiraman Air Keras Diadili di Pengadilan Umum
  • Bakom Apresiasi Respons Cepat Aparat dalam Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS
  • Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis Kontras: Koalisi Sipil Desak Prabowo Bentuk TGPF

"Setiap bentuk kekerasan terhadap pembela HAM tidak hanya berdampak pada individu, tetapi juga berimplikasi pada kualitas demokrasi secara keseluruhan," imbuhnya.

Adapun, Kemen HAM juga meminta agar pucuk pimpinan satuan Bais TNI atau Kabais diharapkan mengambil langkah yang tegas dan bertanggung jawab dalam menyikapi perilaku prajuritnya, sebagai bagian dari upaya menjaga kehormatan institusi TNI dan kepercayaan publik yang lebih luas.

Sekadar informasi, Polda Metro Jaya mengungkap pelaku penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus kemungkinan berjumlah empat orang lebih.

Secara terperinci, terdapat enam orang terduga pelaku yang baru diketahui. Dua orang teridentifikasi oleh kepolisian melalui analisis CCTV yakni BHC dan MAK.

Sementara itu, dari Mabes TNI mengungkap ada empat prajurit yang menjadi terduga pelaku penyiraman air. Mereka yakni, NPD (Kapten), SL (Lettu), BHW (Lettu) dan ES (Serda).

Kempat terduga pelaku penyiraman air keras dari TNI berasal dari satuan Denma BAIS TNI khususnya pada matra angkatan laut (AL) dan angkatan udara (AU).


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Serba-serbi Warga Lebaran Duluan: Palembang hingga Indramayu
• 6 jam lalukumparan.com
thumb
Tak Cukup Ide, Ini 6 Tips NIC Agar Mahasiswa Lahirkan Inovasi Digital Nyata
• 23 jam lalurepublika.co.id
thumb
Perusahaan logistik ingatkan aturan kirim paket lintas negara
• 17 jam laluantaranews.com
thumb
Kepala Keamanan Iran Tewas, Mojtaba Khamenei: Darah Dibalas Darah
• 8 jam lalurealita.co
thumb
Arus Mudik Lebaran Kian Meningkat, Jasamarga Tambah Jalur Contraflow di Tol Japek
• 4 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.