JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), Cholil Nafis mengatakan bahwa penetapan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah merupakan kewenangan pemerintah.
Dalam konferensi pers sidang isbat 2026, ia sekaligus mengajak umat Islam menjaga persatuan serta melanjutkan nilai-nilai kebaikan yang telah dibangun selama bulan Ramadan.
Cholil menyampaikan, keputusan untuk mengistikmalkan atau menyempurnakan puasa Ramadhan menjadi 30 hari didasarkan pada pertimbangan hisab dan rukyat yang menunjukkan hilal tidak memungkinkan untuk terlihat (ghairu imkanir ru’yah).
“Sebagaimana disampaikan Menteri Agama, kita mengikmalkan puasa menjadi 30 hari. Prinsipnya adalah meninggalkan yang meragukan dan mengambil yang meyakinkan, karena secara hisab hilal tidak mungkin terlihat dan di lapangan juga tidak terlihat,” ujar Cholil, Kamis (19/3/2026) malam.
Baca juga: BREAKING NEWS! Hasil Sidang Isbat, Idul Fitri 2026 Jatuh pada 21 Maret
Ia menjelaskan, keputusan tersebut juga merujuk pada hasil musyawarah serta fatwa MUI pada 2004 yang menyatakan bahwa kewenangan mengumumkan awal Ramadjan dan Idul Fitri berada di tangan pemerintah, dalam hal ini Kementerian Agama (Kemenag).
Selain itu, Cholil menambahkan bahwa keputusan serupa juga ditegaskan dalam Muktamar Nahdlatul Ulama (NU), yang melarang pengumuman penetapan awal Ramadhan dan Idul Fitri selain oleh pemerintah.
“Keputusan pemerintah bersifat mengikat dan dapat menghilangkan perbedaan di tengah masyarakat. Namun demikian, kita tetap menghormati saudara-saudara kita yang memiliki keyakinan berbeda dalam menentukan hari raya,” kata Cholil.
Baca juga: Hasil Sidang Isbat, Ini Alasan Idul Fitri 1447 H Jatuh pada 21 Maret 2026
Lebih lanjut, Cholil mengajak umat Islam untuk menjaga kebersamaan dan nilai-nilai yang telah dibangun selama bulan Ramadan agar terus dilanjutkan dalam kehidupan sehari-hari.
Ia menekankan pentingnya hidup sederhana dan tidak berlebihan dalam konsumsi, sebagaimana dilatih selama Ramadhan.
Selain itu, ia juga mengingatkan kewajiban zakat fitrah serta pentingnya berbagi kepada sesama.
“Sedekah adalah bukti keimanan. Kebiasaan baik selama Ramadan harus terus dijaga di bulan-bulan berikutnya sebagai tanda diterimanya ibadah kita,” ujarnya.
Baca juga: Menag Ajak Warga Perkuat Persatuan dan Jaga Ketertiban Saat Lebaran
Di akhir pernyataannya, Cholil menyampaikan ucapan selamat kepada umat Islam yang telah menjalankan ibadah puasa dan menyambut Hari Raya Idul Fitri.
“Selamat kepada kita semua yang telah menunaikan ibadah puasa. InsyaAllah kita segera merayakan Idul Fitri. Minal aidin wal faizin, kullu ‘aamin wa antum bikhair,” pungkasnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




