Purbaya Pastikan BBM Subsidi tak Naik Meski Harga Minyak Dunia Melonjak

republika.co.id
4 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi tidak akan naik meski harga minyak dunia saat ini berada di atas 100 dolar AS per barel. Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pemerintah akan menyerap tekanan kenaikan harga energi melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) agar tidak membebani masyarakat.

"Tidak (BBM tidak naik). Jadi, kami menyerap tekanan terhadap perekonomian di APBN. Kalau kami lepaskan, nanti seperti negara-negara lain, masyarakat bisa panik," ujar Purbaya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (19/3/2026).

Baca Juga
  • Diminta Hemat Konsumsi BBM Akibat Krisis Minyak, Bahlil Siapkan Kebijakan Baru
  • Stok Avtur Nasional Terkendali, Bahlil Imbau Hemat BBM
  • Pasokan BBM Nasional Aman untuk Mudik Lebaran, Stok Capai 28 Hari

Ia menjelaskan mekanisme subsidi energi telah dirancang dalam kerangka tahunan, sehingga dampak fluktuasi harga minyak global sudah diperhitungkan dalam postur anggaran. Menurutnya, pemerintah telah menyiapkan berbagai langkah untuk menjaga kesehatan fiskal, baik melalui penghematan belanja maupun peningkatan pendapatan negara.

"Subsidi kami diatur dan dihitung selama setahun penuh. Meskipun dengan harga sekarang, kami sudah mengasumsikan seperti apa dampaknya ke APBN. Kami akan melakukan langkah-langkah, baik penghematan maupun peningkatan pendapatan, supaya APBN kami aman. Sampai sekarang, hitungannya masih aman," jelasnya.

/* Make the youtube video responsive */ .iframe-container{position:relative;width:100%;padding-bottom:56.25%;height:0 ;margin : 14px 0px 15px 0px}.iframe-container iframe{position:absolute;top:0;left:0;width:100%;height:100%}
.rec-desc {padding: 7px !important;}

Purbaya menekankan peran APBN sebagai peredam gejolak (shock absorber) sangat penting agar aktivitas ekonomi masyarakat tetap berjalan normal tanpa lonjakan beban biaya. Ia mengingatkan, jika tekanan energi langsung diteruskan ke masyarakat, hal tersebut berpotensi memicu kepanikan seperti yang terjadi di sejumlah negara lain.

"Jadi masyarakat mesti mengerti juga bahwa APBN menyerap guncangan seperti ini, sehingga masyarakat masih bisa melakukan bisnis dan kegiatannya tanpa kenaikan beban yang berlebihan. Itu yang kadang-kadang dilupakan," kata Purbaya.

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
sumber : Antara
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Efisiensi, Pemerintah Terapkan WFH 1 Hari dalam Seminggu Usai Lebaran
• 6 jam laludetik.com
thumb
Gapura Cirebon yang Compang-camping Itu Tetap Jadi Magnet bagi Pemudik
• 7 jam lalukumparan.com
thumb
Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Ini Jadwal Resmi Pemerintah
• 3 jam laludetik.com
thumb
Di Balik Investasi 65 Miliar Dolar AS, Industri Nikel Indonesia Hadapi Sorotan Lingkungan
• 11 jam lalurepublika.co.id
thumb
Pemkot Jaksel Sediakan Lokasi Penitipan Kendaraan bagi Warga yang Mudik, Ini Daftarnya
• 8 jam laluliputan6.com
Berhasil disimpan.