Isu Panas MotoGP Brasil: Jejak Apik Marquez di Sirkuit Baru Hingga Senyum Optimistis Veda Pratama

bisnis.com
16 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA - MotoGP terbang ke Amerika Latin buat menghelat seri kedua di atas sirkuit anyar, Autódromo Internacional Ayrton Senna, Goiânia, Brasil yang akan disiarkan Senin (23/3/2026) pukul 01.00 WIB dini hari.

Sebagai informasi, sirkuit dengan nama penghormatan buat pembalap legendaris F1 asal Negeri Samba itu akan menjadi ujian buat semua pembalap, sebab belum ada yang secara natural terbiasa membalap di sana.

Tak heran, sirkuit Goiania terakhir kali menjadi tuan rumah MotoGP pada 1987–1989. Setelah itu, MotoGP Brasil mengambil tempat di sirkuit Jose Carlos Pace alias Interlagos, kemudian Autódromo Internacional Nelson Piquet alias Jacarepaguá sampai 2004. 

Alhasil, sudah lebih dari dua dekade masyarakat Negeri Samba urung kedatangan ajang balap motor internasional, begitu pun bagi para pembalap.

Kemampuan seorang rider dalam mempelajari sirkuit pun jadi kunci meraih kesuksesan, setidaknya dalam sesi Kualifikasi pada Sabtu (21/3/2026) malam, dilanjut sesi Sprint pada Minggu (22/3/2026) dini hari.

Siapa bisa menemukan setelan paling prima dan memanfaatkan celah-celah 'rahasia' dalam trek, punya kesempatan unggul meraih poin maksimal. 

Baca Juga

  • Babak Baru MotoGP Thailand sebagai Pembuka Musim 2026
  • Isu Panas di MotoGP Thailand: Debut Veda Pratama Sampai Duel Aprilia Vs Ducati
  • MotoGP Tes Sepang Hari Terakhir: Aprilia dan Ducati Berlomba Jadi Motor Tercepat

Berikut merupakan rangkuman narasi menarik beserta isu-isu panas jelang MotoGP Brasil 2026 yang Bisnis rangkum dari berbagai sumber: 

Sirkuit Baru, Cuaca Tak Tentu

Selain perubahan tata layout dan aspal Sirkuit Internasional Ayrton Senna Goiania yang serba baru, tantangan cuaca juga akan membuat balapan berkali-kali lipat lebih seru.

Tak heran, sebagai negara tropis, Brasil bisa panas sekali, tapi juga punya potensi hujan lebat dadakan. Bahkan, dua hari belakangan dilaporkan terjadi banjir di beberapa bagian sirkuit.

Pekerjaan rumah setiap tim pun bertambah dua kali lipat, seiring 22 pembalap menghadapi sirkuit yang benar-benar baru.

Sekadar info, pembalap dalam grid yang pernah menjajal trek ini cuma tiga orang, yaitu Luca Marini saat menguji Honda pada Maret 2025; pembalap asuhan akademi VR46 Franco Morbidelli; dan anak asli Brasil, Diogo Moreira.

Namun, Diogo sendiri mengungkap tak lagi terbiasa dengan sirkuit ini karena terjadi beberapa perubahan layout setelah renovasi, terutama seksi chicane alias zig-zag menjadi lebih halus. 

Segelintir perubahan tersebut membuat trek menjadi punya karakteristik lebih high-speed dengan teknis setelan mirip-mirip Sepang, Malaysia.

Dominasi Marquez di Sirkuit Anyar

MotoGP berkeliling dunia, menjajal trek di berbagai negara, dan silih-berganti mengunjungi di antaranya setiap beberapa tahun sekali.

Juara dunia MotoGP tujuh kali sekaligus pembalap pabrikan Ducati Lenovo Team, Marc Marquez tercatat memuncaki daftar kemenangan di sirkuit baru, tepatnya empat kali.

Marquez pernah menang di putaran perdana COTA Amerika Serikat pada 2013, Sirkuit Termas de Rio Hondo Argentina pada 2014, Sirkuit Buriram Thailand pada 2018, dan Sirkuit Balaton Park Hungaria pada 2025.

Sirkuit yang belum bisa dijinakkan Semut Cervera untuk mencapai puncak pada balapan perdana hanya dua, yakni Sirkuit Internasional Algarve di Portugal pada 2020 dan Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika di Indonesia pada 2022.

Dua trek itu sama-sama dimenangkan oleh Miguel Oliveira dengan tenaga mesin KTM. Sayangnya, saat ini pembalap Portugal ini sudah tak lagi berada di grid MotoGP, melainkan geser ke kompetisi WSBK membela ROKiT BMW Motorrad WorldSBK Team.

Satu-satunya pembalap di grid MotoGP 2026 selain Marquez yang pernah menang di sirkuit baru adalah Marco Bezzecchi (Aprilia Racing) yang mencetak kemenangan di balapan perdana di Sirkuit Buddh India pada 2023.

Lantas, mampukan Marquez kembali menang dalam balapan perdana di Brasil?

Melihat Kelanjutan Dominasi Aprilia

Pada balapan perdana di MotoGP Thailand dua minggu lalu, pabrikan Aprilia mampu menggeser dominasi Ducati di jajaran lima besar. 

Capaian tersebut sekaligus membuat Ducati tak bisa melanjutkan rekor 88 kali terus berada di podium sejak Silverstone 2021.

Sementara itu, pabrikan Noale sukses menempatkan semua pembalapnya di lima besar. 

Dua yang naik podium, yaitu Marco Bezzecchi sebagai juara, dan pembalap tim satelit Trackhouse Aprilia, Raul Fernandez di posisi ke-3. 

Lantas, pembalap pabrikan sekaligus juara dunia 2024 yang baru sembuh dari cedera Jorge Martin (Aprilia Racing) menempati posisi ke-4, disusul pembalap muda Jepang dari tim satelit, Ai Ogura.

Perang antara dua pabrikan Italia ini kemungkinan akan lebih sengit pada MotoGP Brasil, sebab keduanya sama-sama punya karakteristik stop and go dengan akselerasi sama-sama kuat.

Duo KTM Kembali Berjaya?

Kalau Aprilia dan Ducati terlalu fokus berperang sampai merugikan diri sendiri, satu pabrikan yang akan diuntungkan adalah KTM, terutama pembalap bintangnya yang sedang memimpin klasemen sementara, Pedro Acosta.

Acosta bersama rekan setimnya di Red Bull KTM Factory Racing, Brad Binder, punya tenaga motor yang terbilang apik dari sisi top speed. Keduanya bisa sangat merepotkan di sirkuit anyar ini. 

Selain itu, dua pembalap tim satelit Red Bull KTM Tech3, Enea Bastianini dan Maverick Vinales juga belum menunjukkan taringnya di balapan perdana.

Besar kemungkinan KTM bisa mempertahankan kejaran poin Aprilia dan Ducati, bukan hanya dari sisi pembalap, tapi juga perkara klasemen konstruktor dan tim.

Senyum Optimistis Veda

Pembalap Moto3 asal Indonesia, Veda Ega Pratama sukses merebut P5 pada seri GP Thailand, sekaligus menjadi pemimpin klasemen sementara khusus rider debutan alias rookie.

Oleh sebab itu, senyum Veda menjadi pertanda optimisme bisa melanjutkan prestasi. Hal ini terungkap dalam unggahan Honda Team Asia yang sembari berkelakar menjulukinya O'Vedinha Pratama.

"Saya sangat termotivasi dan tak sabar untuk mencoba lap pertama dan tentunya balapan perdana. Jogo Bonito!" ungkapnya sembari tertawa. 

Konsistensi Veda untuk berada di 10 besar Moto3 akan diuji pada sirkuit ini. Namun, peluang untuk sukses pun besar.

Pasalnya, Veda sebagai pembalap jebolan Asia Talent Cup tentu sudah terbiasa membalap di Buriram, sementara pembalap asal Eropa akan lebih gahar di sirkuit kawasan mereka. Amerika Latin akan menjadi ujian bagi semuanya.

Adapun, kesuksesannya meraih posisi ke-5 pada GP Thailand menempatkannya sebagai pemuncak klasemen rookie sementara untuk musim 2026, mengalahkan rivalnya di Red Bull Rookies Cup tahun lalu, Brian Uriarte dari tim Red Bull KTM Ajo.

Setelah Brian, pembalap debutan lainnya berturut-turut adalah Casey O'Gorman (Sic58 Squadra Corse) di posisi ke-11, Leo Rammerstorfer (Sic58 Squadra Corse) posisi ke-16, Jesús Ríos (Rivacold Snipers Team) posisi ke-17, 

Ada juga Hakim Danish (Aeon Credit – MT Helmets – MSi) posisi ke-18, Rico Salmela (Red Bull KTM Tech3) posisi ke-19, dan Zen Mitani (Honda Team Asia) posisi ke-22.

Oleh karena itu, seiring performanya yang menjanjikan dan munculnya sikap optimis tinggi, semakin menarik untuk mengikuti Veda meraih ambisi merebut gelar Rookie of The Year Moto3 musim ini. 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Brasil Resmi Batasi Akses Medsos Anak, Wajib Verifikasi Usia Ketat
• 8 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
AHY Pastikan Tol Trans Jawa dalam Kondisi Prima untuk Mudik 2026
• 22 jam lalurepublika.co.id
thumb
Gak Asal-Asalan! Ternyata Ini Alasan Sidang Isbat Tidak Bisa Buru-Buru Diumumkan
• 16 jam lalumedcom.id
thumb
Ryan Adriandhy Ungkap Adegan Tersulit saat Garap Film Na Willa
• 18 menit lalukumparan.com
thumb
Ketua Umum KONI: Michael Bambang Hartono Adalah Patriot Olahraga Sejati
• 11 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.