Bisnis.com, JAKARTA — Bandara Internasional Soekarno–Hatta, Tangerang, menjadi bandara tersibuk khususnya pada arus mudik Idulfitri 2026. Terdapat 1.628 penerbangan yang sempat molor atau delay sejak awal arus mudik, Jumat (13/3/2026).
Berdasarkan data yang diterima Bisnis dari Humas Bandara Soetta, terdapat total 7.051 penerbangan yang dilayani di Bandara Soetta selama 13 sampai dengan 18 Maret 2026. Jumlah itu meliputi 5.424 penerbangan domestik dan 1.627 penerbangan internasional.
Dari total penerbangan yang dilayani, cumulative on time performance (OTP) mencapai 76,9%. Penerbangan tepat waktu atau on time mencapai 5.423 penerbangan, sedangkan delay sebanyak 1.628 penerbangan.
Di sisi lain, pada periode yang sama, Bandara Soetta juga melayani 473 penerbangan tambahan atau extra flight. Capain itu setara 90,1% dari rencana 525 extra flight.
Pengelola Bandara Soetta, BUMN PT Angkasa Pura Indonesia atau InJourney Airports mencatat bahwa bandara tersebut merupakan yang tersibuk khususnya selama periode arus mudik tahun ini.
Jumlah penumpang yang dilayani mencapai dari H-7 sampai H-2 Idulfitri yaitu 1,06 juta penumpang.
Baca Juga
- Puncak Arus Mudik, Jumlah Penerbangan di Bandara Soetta Tumbuh 4,1%
- Trafik Penerbangan Diproyeksi Naik 4,5% saat Lebaran, AirNav Waspadai Gangguan Operasional
- Puncak Arus Mudik, 37 Bandara di Indonesia Layani 570.959 Penumpang
Setelah Soetta, bandara dengan jumlah penumpang terbanyak yang dilayani yaitu Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali (390.853 penumpang); Bandara Juanda, Surabaya (266.910); Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar (211.177 penumpang); dan Bandara Kualanamu, Deli Serdang (145.305 penumpang).
Direktur Utama InJourney Airports Mohammad R. Pahlevi mengatakan kelancaran ini didukung perencanaan operasi dan pelayanan yang matang di seluruh bandara, baik dari sisi fasilitas, dan Sumber Daya Manusia.
“Rencana operasi yang matang serta dukungan dari stakeholders, termasuk dukungan pengamanan dari BKO TNI - Polri dengan 578 personel, memungkinkan seluruh bandara InJourney Airports dapat mengantisipasi peningkatan trafik penerbangan dan jumlah penumpang pesawat pada puncak arus mudik. Kesiapan secara Prediktif menjadi kunci kelancaran puncak arus mudik," ujarnya melalui siaran pers, Kamis (19/3/2026).
Pahlevi juga menyampaikan, seluruh bandara yang dikelola InJourney Airports terus siaga menjaga aspek keamanan, keselamatan dan pelayanan pada angkutan lebaran yang masih berlangsung hingga 30 Maret 2026.




