EtIndonesia. Perang di Iran masih berkecamuk sengit. Pada Selasa (17 Maret), Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa berdasarkan berbagai informasi, dua pejabat tinggi Iran kembali tewas, termasuk salah satu tokoh yang bertanggung jawab atas penindasan terhadap demonstran dan pembunuhan puluhan ribu warga.
Selain itu, Trump menyatakan kekecewaannya terhadap negara-negara NATO yang tidak turut melindungi keamanan selat, bahkan mengisyaratkan kemungkinan untuk keluar dari NATO. Di saat yang sama, Direktur Pusat Kontra Terorisme Nasional AS Joe Kent mengumumkan pengunduran diri, memicu kontroversi.
Trump Puji Koalisi Perlindungan Selat, Kritik NATODalam pertemuan dengan Perdana Menteri Irlandia pada Selasa pagi, Trump mengatakan bahwa militer AS masih terus menyerang fasilitas rudal dan drone Iran, dengan hasil yang signifikan.
“Pada dasarnya, kami masih menyerang fasilitas nuklir. Bahkan saat kita berbicara sekarang, militer AS baru saja menghancurkan satu lagi. Banyak yang mengatakan pemimpin Iran tewas kemarin, dan satu lagi yang bertanggung jawab membunuh rakyat juga telah tewas—orang yang dalam dua minggu terakhir membunuh 32.000 orang, yang menindas para demonstran,” kata Trump.
Trump menegaskan bahwa target serangan di dalam Iran kini sudah semakin sedikit.
Ia mengatakan: “Satu-satunya yang belum kami hancurkan adalah sistem minyak mereka. Jika kami menyerang itu—saya menyebutnya jaringan pipa—situasinya akan menjadi sangat rumit. Perbaikannya akan memakan waktu lama. Iran nantinya akan menjadi negara yang makmur dan baik.”
Terkait koalisi perlindungan Selat Hormuz, Trump memuji dukungan negara-negara Timur Tengah.
Trump mengatakan: “Qatar luar biasa, Uni Emirat Arab juga hebat, Arab Saudi sangat luar biasa, Bahrain juga sangat baik. Negara-negara Timur Tengah memberi kami dukungan yang sangat kuat. Tentu saja, Israel selalu menjadi mitra kami.”
Namun ia juga menyoroti bahwa hampir tidak ada negara NATO yang bergabung.
Trump mengatakan: “NATO melakukan kesalahan bodoh. Saya selalu meragukan apakah NATO benar-benar akan mendukung kami. Ini adalah ujian yang bagus, karena kami tidak membutuhkan mereka, tetapi mereka seharusnya mendukung kami.”
Trump: Kunjungan ke Tiongkok dalam 5–6 MingguTerkait kemungkinan penundaan kunjungan ke Tiongkok, Trump memberikan jawaban tegas.
Ia mengatakan bahwa Tiongkok kini lebih bersahabat dalam kebijakan ekonomi dibanding sebelumnya, dan hubungan kerja antara kedua negara sangat baik. Ia menyebutkan bahwa kunjungannya ke Tiongkok kemungkinan akan berlangsung dalam 5 hingga 6 minggu ke depan.
Tolak Perang Iran, Kepala Kontra Terorisme AS MundurPada hari yang sama, Direktur Pusat Kontra Terorisme Nasional AS, Joe Kent, mengumumkan pengunduran dirinya karena perbedaan pandangan dengan Trump terkait perang Iran.
Dalam surat pengunduran dirinya, ia menulis bahwa Iran tidak menimbulkan ancaman yang mendesak terhadap Amerika Serikat.
Trump pun menanggapi: “Saya tidak terlalu mengenalnya, tapi saya pikir dia orang baik. Namun setelah membaca pernyataannya, saya menyadari bahwa mundurnya dia adalah hal yang baik, karena dia mengatakan Iran bukan ancaman. Iran adalah ancaman.”
Trump juga menyatakan bahwa perang tidak akan segera berakhir, dan militer AS belum siap untuk mundur, meskipun akhir konflik disebut tidak terlalu jauh lagi.
Reporter NTD Television Zhang Liang dan Li Jiayin melaporkan dari Washington, D.C., Amerika Serikat.





