REPUBLIKA.CO.ID, PROBOLINGGO, – Akses menuju kawasan wisata Gunung Bromo di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, ditutup sementara mulai Desa Wonokerto, Kecamatan Sukapura, dalam rangka memperingati Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948 dan menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Penutupan berlaku dari Kamis (19/3) pukul 06.00 WIB hingga Jumat (20/3) pukul 06.00 WIB.
Menurut Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Probolinggo, Her Mulyadi, penutupan ini merujuk pada Surat Edaran Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Probolinggo Nomor 604/SE/PHDI-KAB/II/2026. Selama periode tersebut, seluruh aktivitas wisata dihentikan total guna menghormati pelaksanaan Hari Raya Nyepi oleh masyarakat Tengger.
Penutupan ini juga memberikan kesempatan bagi umat Muslim, terutama pelaku wisata, untuk melaksanakan silaturahmi jelang Lebaran. "Penutupan akses wisata ini adalah bentuk penghormatan terhadap masyarakat Tengger agar dapat beribadah dengan tenang dan khusyuk. Di sisi lain, ini juga memberi kesempatan bagi pelaku wisata yang merayakan Idul Fitri untuk berkumpul dengan keluarga," ujar Her Mulyadi.
Her Mulyadi mengimbau masyarakat dan wisatawan untuk tidak berkunjung pada tanggal penutupan karena seluruh akses tidak dapat dilalui untuk kegiatan wisata. "Bagi wisatawan yang berencana berkunjung setelah pembukaan kembali pada 21 Maret 2026 siang, kami sarankan untuk melakukan pemesanan tiket secara daring jauh-jauh hari karena biasanya terjadi lonjakan kunjungan pascapenutupan," tambahnya.
Ia berharap masyarakat dapat memaknai momentum Nyepi dan Idul Fitri sebagai ajang memperkuat toleransi dan kebersamaan. "Semoga momen suci itu membawa kedamaian, mempererat rasa saling menghormati serta memberikan keberkahan bagi semuanya," ujarnya.
.rec-desc {padding: 7px !important;} Konten ini diolah dengan bantuan AI.