YOGYAKARTA, KOMPAS.TV - Para ilmuwan terus berupaya menemukan bukti keberadaan makhluk luar angkasa atau alien hingga saat ini.
Alien didefinisikan sebagai bentuk kehidupan hipotetis yang berasal dari luar bumi (ekstraterestrial).
Mengutip laman resmi NASA, alien dapat berupa organisme sederhana seperti bakteri hingga makhluk cerdas.
Meski demikian, sampai sekarang belum ada bukti ilmiah yang benar-benar memastikan keberadaan mereka dalam wujud seperti di film-film.
Di tengah perdebatan tersebut, konsep alien justru berkembang luas dalam dunia seni dan budaya populer.
Salah satu bentuk eksplorasi unik hadir dalam pentas wayang kontemporer bertajuk Wayang Alien: Gunung Emas karya Hangno Hartono.
Baca Juga: Komdigi Bakal Terbitkan 13 Seri Prangko 2026, Mulai dari Presiden hingga Wayang
Pertunjukan yang diprakarsai oleh Jaringan Wayang Kontemporer Indonesia ini digelar pada 15 Maret 2026 di Omah Budaya Kahangnan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Hangno Hartono menghadirkan konsep “Wayang Alien” sebagai upaya mengangkat isu kekinian yang dekat dengan generasi muda, khususnya Gen Z.
Ia menilai fenomena UFO dan alien memiliki daya tarik tersendiri, meskipun keberadaannya masih menjadi perdebatan.
"kehadiran alien dalam pertunjukan wayang tidak hanya menawarkan unsur misteri, tetapi juga menghadirkan “daya kejut” melalui eksplorasi visual baru," kata Hangno.
Selain itu, narasi seputar UFO dan alien dalam diskursus global cenderung membawa pesan positif, seperti peringatan terhadap bahaya perang nuklir dan kerusakan lingkungan.
Tema-tema tersebut dinilai relevan untuk diangkat dalam karya seni, khususnya yang berkaitan dengan isu lingkungan.
Pentas Gunung Emas mengangkat kisah seorang aktivis yang terjebak dalam pusaran eksploitasi tambang emas.
Latar cerita pertunjukan ini berasal dari perjalanan aktivis angkatan 1998 pascareformasi.
Penulis : Switzy Sabandar Editor : Deni-Muliya
Sumber : Kompas TV
- Wayang
- Wayang alien
- Alien
- Hangno hartono




