Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan masuknya Indonesia ke Board of Peace (BoP) murni untuk membantu rakyat Palestina. Ia juga sudah menegaskan hal itu kepada negara-negara yang tergabung dalam BoP.
Terkait kondisi perang Iran vs AS dan Israel, Prabowo mengatakan pemerintah telah merespons hal itu dengan menangguhkan BoP sampai ada penjelasan lebih lanjut.
"Setelah perang begini, kita konsultasi. Tapi faktanya adalah everything on hold, ya. Saya sudah umumkan, Menteri Luar Negeri sudah saya umumkan, bahwa kita tangguhkan, on hold. Kita tangguhkan semua sampai penjelasan lebih jelas," kata Prabowo dalam acara Presiden Prabowo Menjawab bersama jurnalis senior dan pengamat di kediaman pribadinya di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Selasa (17/03/2026).
"Ya kalau memang tidak ada suasana damai, bagaimana kita terlibat? Tapi sekali lagi, kita harus hitung-hitungan benar apa yang bisa kita perbuat untuk membantu rakyat Palestina, karena memang kita sangat diharapkan oleh rakyat Palestina," lanjutnya.
Prabowo menyebut, pihaknya sangat berhati-hati dalam mengambil tindakan terhadap BoP.
Saat ditanya lebih lanjut apakah perang Iran vs Israel dan AS menjadi salah satu indikator Indonesia keluar dari BoP, Prabowo tidak menutup kemungkinan hal itu.
"Jadi kita lihat, tapi akhirnya ya sekarang kita harus bertindak dengan sangat hati-hati," imbuhnya.
"Iya, itu salah satu indikator yang sangat kuat. Tapi sekali lagi, kita masih sinkronisasi dengan beberapa mitra kita di situ. Nanti kita tanya pendapat Mesir, Yordania, Turki, dan sebagainya," tandasnya.





