Bisnis.com, JAKARTA — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tetap dalam kondisi aman meski harga minyak dunia mengalami lonjakan signifikan.
Hal itu disampaikannya usai mengikuti rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Kamis (19/3/2026), merespons pertanyaan mengenai harga minyak mentah Brent yang sempat menyentuh kisaran US$116 per barel.
Menurut Purbaya, pemerintah telah memperhitungkan berbagai skenario harga energi dalam perencanaan anggaran tahunan.
“Kan subsidi kita diatur, dihitung selama setahun penuh. Even dengan harga sekarang pun kita sudah asumsikan seperti apa dampaknya ke APBN. Dan kita akan melakukan langkah-langkah, entah penghematan, entah ini, peningkatan pendapatan, supaya APBN kita aman. Dan sampai sekarang hitungannya sih masih aman,” ujarnya.
Lebih lanjut, dia menjelaskan, jika harga minyak rata-rata mencapai US$100 per barel tanpa adanya intervensi kebijakan, maka defisit anggaran berpotensi melebar.
“Kalau harga minyak naik ke 100 rata-rata, kita enggak ngapa-ngapain, diem aja, belanja tetap, pendapatan enggak dinaikin, ya bisa lebih dari 3%, 3,6%,” katanya.
Baca Juga
- Purbaya Pastikan Defisit APBN Tetap Aman, Pemotongan Gaji Belum Diputuskan
- Purbaya Buka Opsi Pangkas Anggaran, MBG Hanya Libur Sementara
- Tunggu Instruksi Prabowo, Purbaya Sebut Perppu Defisit APBN Belum Diperlukan
Kendati demikian, pemerintah disebut telah menyiapkan berbagai langkah antisipatif agar defisit tetap terkendali, termasuk optimalisasi pendapatan dari windfall profit.
“Tapi kan ada langkah-langkah yang bisa diambil untuk memastikan itu enggak tembus. Dan kita juga ada windfall profit kan. Kita akan maksimalkan windfall profit juga. Jadi, seharusnya enggak ada masalah,” lanjutnya.
Menanggapi perbandingan dengan kondisi sebelumnya ketika harga komoditas seperti batu bara lebih tinggi, Purbaya menilai beban fiskal saat ini juga tidak sebesar periode tersebut.
“Bebannya juga enggak naik setinggi sebelumnya. Kamu mau hitung dua kiri-kanan dong. Wah, parah, bebannya naik segini, dibanding dulu kan sama, enggak setinggi dulu naiknya kan? Harganya cuma segitu kan? Batu bara juga naiknya segini. Kira-kira gitu. Jadi Anda kalau ngitung jangan berat sebelah. Jahat lu ya,” ujarnya sambil berseloroh kepada wartawan.
Lebih lanjut, dia menegaskan pemerintah akan terus mengambil langkah untuk menjaga stabilitas fiskal di tengah dinamika global.
“Nanti pemerintah akan mengambil langkah-langkah yang memastikan itu masih terjaga,” katanya.
Purbaya juga memastikan bahwa pemerintah tidak akan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, meskipun tekanan harga minyak global meningkat.
Dengan strategi tersebut, pemerintah berupaya menjaga daya beli masyarakat sekaligus memastikan stabilitas ekonomi nasional tetap terjaga di tengah gejolak harga energi global.
“Tidak. Jadi kita absorb tekanan terhadap perekonomian di APBN. Kalau kita lepas kan nanti kayak negara-negara lain pada panik tuh orang-orang. Jadi masyarakat mesti ngerti juga bahwa peran APBN adalah meng-absorb shock seperti ini, sehingga masyarakat masih bisa melakukan bisnisnya, kegiatannya, tanpa kenaikan beban yang berlebihan. Itu yang kadang-kadang dilupakan orang,” tegasnya.





