Penulis: M. Ilham Ari Putra
TVRINews, Kepulauan Riau
Rukyatul hilal untuk penentuan 1 Syawal 1447 Hijriah digelar di berbagai wilayah Indonesia, termasuk di Pantai Setumu, Dompak, Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau, Kamis, 19 Maret 2026. Hasil sidang isbat yang dipimpin Menteri Agama Nasaruddin Umar menetapkan 1 Syawal jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026.
Pengamatan hilal di Pantai Setumu melibatkan Kementerian Agama, BMKG, Majelis Ulama Indonesia, serta kalangan akademisi. Hasil pemantauan menjadi bagian dari 117 titik pengamatan di seluruh Indonesia yang menjadi dasar sidang isbat nasional.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kepulauan Riau, Zoztafia, menegaskan penetapan 1 Syawal di wilayah Kepri mengikuti keputusan pemerintah pusat.
“Penetapan 1 Syawal 1447 Hijriah untuk wilayah Kepulauan Riau mengikuti hasil sidang isbat pemerintah pusat melalui Kementerian Agama Republik Indonesia,” ujarnya.
Ia menambahkan perbedaan dalam penentuan awal bulan Hijriah merupakan hal yang wajar. “Apapun hasilnya, perbedaan dalam penentuan awal bulan Hijriah merupakan hal yang wajar, karena adanya perbedaan metode antara hisab dan rukyat,” ujarnya.
Zoztafia juga mengimbau masyarakat saling memaklumi perbedaan yang ada. Ia mencontohkan pada penetapan 1 Ramadan sebelumnya, perbedaan tidak menimbulkan polarisasi.
“Perbedaan yang terjadi tidak menimbulkan polarisasi, dan suasana ibadah masyarakat tetap berjalan dengan baik,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala BMKG Tanjungpinang, Ahmad Kosasih, menjelaskan hasil pengamatan hilal di Pantai Setumu belum memenuhi kriteria yang ditetapkan MABIMS.
“Berdasarkan ketentuan MABIMS, syarat ketinggian hilal minimal adalah 3 derajat dengan elongasi 6,2 derajat. Sementara hasil perhitungan menunjukkan ketinggian hilal baru mencapai 2,517 derajat dengan elongasi 4,83 derajat, sehingga masih di bawah standar,” jelasnya.
Meski demikian, kondisi cuaca di lokasi pengamatan terbilang baik dan mendukung pelaksanaan rukyatul hilal. Umur bulan saat pengamatan mencapai 9 jam 49 menit.
“Diperkirakan pada hari berikutnya ketinggian hilal akan telah melampaui 3 derajat,” ujarnya.
Dalam perhitungan tersebut, waktu terbenam matahari terjadi pukul 18.13 WIB lebih 22 detik, sedangkan bulan terbenam pukul 18.26 WIB lebih 08 detik.
Editor: Redaktur TVRINews





