Khotbah Jumat Idulfitri, 20 Maret 2026 dengan Tema Menyambung Silaturahmi

kompas.tv
17 jam lalu
Cover Berita
Ilustrasi salat Jumat (Sumber: Envato/wirestock)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Direktorat Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Kementerian Agama RI melalui Perpustakaan Islam Digital ELIPSKI menghadirkan naskah khotbah Jumat resmi yang dapat digunakan oleh para khatib di seluruh Indonesia.

Kali ini, Kemenag merilis materi Khotbah Jumat Idulfitri yang dapat menjadi referensi pada 20 Maret 2026.

Tema yang diangkat tidak hanya menekankan makna kembali fitrah setelah menjalani ibadah Ramadan dan Idulfitri 2026 sebagai sarana untuk bersilaturahmi.

Khotbah I

الْحَمْدُ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلَّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِينَ، أَمَّا بَعْدُ فَيَا عِبَادَ اللَّهِ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ ، قَالَ اللهُ تَعَالَى : يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ.

Baca Juga: 5 Naskah Khotbah Idulftri 1447 H/2026 Resmi dari Kemenag Format PDF

Ma'asyiral muslimin rahimakumullah,

Selesai menjalankan ibadah Ramadan selama sebulan penuh, tibalah saatnya kita merayakan kemenangan dengan beridulfitri. Seperti biasa, di malam Idulfitri takbir berkumandang di masjid, di rumah-rumah, dan di jalan-jalan sebagai tanda kita akan merayakan kemenangan.

Namun, mari jujur bertanya kepada diri kita: Kemenangan apa yang sebenarnya kita rayakan di Idulfitri ini? Apakah hanya kemenangan karena kita mampu menahan lapar dan dahaga? Ataukah kemenangan karena hati kita benar-benar berubah?
Allah menegaskan tujuan puasa dalam Al-Qur'an:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ.

"Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa." (Q.S. Al-Baqarah [2]: 183).

Takwa yang lahir dari Ramadan tidak berhenti pada sajadah dan ibadah pribadi. Takwa harus tampak dalam cara kita menjaga persaudaraan, merawat keluarga, dan menyambung silaturahmi. Karena itu, ketika hubungan retak, Islam tidak mengajarkan kita memelihara luka, tetapi melakukan islah, yaitu memperbaiki kembali hubungan yang rusak.

Dalam bahasa yang lebih kita kenal hari ini, inilah yang bisa disebut sebagai rekonsiliasi: kesediaan untuk berdamai, saling memaafkan, dan memulihkan kembali hubungan yang terputus. Sebagaimana Allah mengingatkan dalam Al-Qur'an:

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُوْنَ اِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُوْنَ.

"Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara, karena itu damaikanlah kedua saudaramu (yang bertikai) dan bertakwalah kepada Allah agar kamu dirahmati." (Q.S. Al-Hujurat [49]: 10)

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah, namun realitas yang kita lihat hari ini justru sebaliknya. Banyak keluarga terpecah karena warisan, lalu membiarkan perselisihan itu berlarut-larut.

Banyak saudara tidak saling menyapa sampai bertahun-tahun. Bahkan banyak sahabat yang akhirnya saling bermusuhan hanya karena perbedaan pendapat, lalu tidak kunjung berdamai dalam waktu yang lama. Padahal Rasulullah saw memberikan peringatan keras:

لَا يَحِلُّ المُسْلِمٍ أَنْ يَهْجُرَ أَخَاهُ فَوْقَ ثَلَاثِ لَيَالٍ، يَلْتَقِيَانِ فَيُعْرِضُ هَذَا وَيُعْرِضُ هَذَا، وَخَيْرُهُمَا الَّذِي يَبْدَأُ بِالسَّلَامِ.

"Tidak halal bagi seorang muslim memutus hubungan dengan saudaranya lebih dari tiga hari." (H.R. Bukhari dan Muslim).

Perhatikan kata Nabi: tidak halal. Artinya memelihara permusuhan bukan sekadar kesalahan sosial. Itu termasuk pelanggaran moral dalam agama. Tiga hari saja sudah tidak halal. Lalu bagaimana dengan yang tiga bulan? Bagaimana dengan yang tiga tahun? Bahkan ada yang tidak saling menyapa sampai puluhan tahun.

Jemaah Jum'at yang dimuliakan Allah,

Karena itu, Islam tidak hanya melarang permusuhan, tetapi juga mengajarkan langkah-langkah sederhana untuk menyambung kembali persaudaraan. Rasulullah saw bersabda:

Penulis : Dian Nita Editor : Tito-Dirhantoro

1
2
Show All

Sumber : Kompas TV

Tag
  • khotbah jumat
  • khotbah jumat idulfitri 2026
  • khutbah jumat
  • 20 maret 2026
Selengkapnya


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Momen Hangat Prabowo, Didit, dan Titiek Kumpul Jelang Lebaran, Bobby Ikut Curi Perhatian
• 3 jam laluokezone.com
thumb
Empat Anggota TNI Diduga Terlibat Penyiraman Air Keras, Pengamat: Yurisdiksi Peradilan Militer!
• 8 jam lalurctiplus.com
thumb
Diskon Tarif Tol 30 Persen Berlaku Saat Arus Balik, Catat Tanggalnya
• 5 jam lalurepublika.co.id
thumb
BKP KM Bulukumba Sulsel Sampaikan Ucapan Idul Fitri 1447 Hijriah, Ajak Perkuat Silaturahmi dan Kebersamaan
• 12 jam laluterkini.id
thumb
Israel Larang Warga Palestina Salat Idul Fitri di Al Aqsa
• 8 jam lalucelebesmedia.id
Berhasil disimpan.