Pengamat: Pertemuan Prabowo-Megawati cerminkan harmoni kepemimpinan

antaranews.com
6 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Pengamat politik sekaligus Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) Iwan Setiawan mengatakan pertemuan antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri mencerminkan harmoni kepemimpinan nasional.

"Hari ini kita melihat simbol bahwa para elite di negeri ini sangat harmonis, meski secara politik berdiri di tempat yang berbeda," ucap Iwan dalam keterangan diterima di Jakarta, Jumat.

Menurut dia, kesan akrab dalam pertemuan antara Prabowo dan Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) tersebut menebarkan optimisme untuk masa depan Indonesia, termasuk memaknai pentingnya persatuan di tingkat elite politik untuk kemajuan negara.

"Pemandangan seperti yang ditunjukkan oleh dua tokoh besar bangsa tersebut membuat adem dan menebar optimisme untuk masa depan Indonesia," ujarnya.

Ia menyebutkan dalam situasi politik dan ekonomi global yang serba tidak pasti seperti saat ini, penting untuk memadukan kekompakan dari semua elemen bangsa.

"Apalagi antara Prabowo dan Ibu Mega merupakan representasi dua kekuatan politik penentu arah bangsa, yakni Gerindra dan PDIP. Secara politik, masyarakat bisa melihat fakta yang tidak terbantahkan bahwa Prabowo dan Megawati tidak memiliki konflik atau perselisihan," sebutnya.

"Saya kira konten pertemuannya membahas situasi ekonomi dan politik luar negeri Indonesia terkait meletusnya perang Iran vs Israel-Amerika dan mungkin juga soal dinamika politik nasional," lanjut Iwan.

Pertemuan itu, tutur dia, juga membantah spekulasi masyarakat mengenai hubungan Prabowo dengan Megawati yang diisukan retak, sebab Megawati tidak hadir saat pertemuan para tokoh nasional di Istana Kepresidenan dalam agenda Silaturahmi dan Diskusi Kebangsaan pada Selasa (3/3) malam.

"Itu lah yang memunculkan spekulasi bahwa hubungan Prabowo-Megawati retak dan persepsi itu terbantahkan hari ini. Prabowo-Megawati justru terlihat mesra," tuturnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Austria dan Belgia Tolak Terlibat Operasi di Selat Hormuz
• 10 jam laluviva.co.id
thumb
Perputaran Uang Lebaran Diprediksi Tembus Rp 148 T Meski Jumlah Pemudik Turun
• 22 jam lalukatadata.co.id
thumb
8 Amalan Berpahala Besar di Hari Raya Idulfitri
• 23 jam lalubeautynesia.id
thumb
Video: The Fed Tahan Suku Bunga, Harga Emas Anjlok!
• 20 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Cara Bayar Fidyah Puasa Ramadhan 2026, ini Kriteria dan Hitungannya
• 17 jam lalumediaindonesia.com
Berhasil disimpan.