Kanker pada Kucing: Kunci Terobosan Baru bagi Pengobatan Kanker Manusia

mediaindonesia.com
10 jam lalu
Cover Berita

KUCING kesayangan Anda mungkin lebih dari sekadar teman di rumah; mereka kini menjadi mitra krusial dalam misi global melawan kanker. 

Sebuah studi internasional terbaru mengungkapkan bahwa pola genetik kanker pada kucing memiliki kemiripan yang signifikan dengan kanker pada manusia, membuka peluang bagi pengembangan terapi masa depan yang lebih efektif.

Dalam riset ambisius ini, tim peneliti lintas negara mengumpulkan hampir 500 sampel tumor kucing dari lima negara berbeda. 

Baca juga : Ilmuwan Rekayasa Bakteri untuk "Memakan" Tumor dari Dalam

Tujuannya satu: memetakan perubahan genetik yang memicu pertumbuhan tumor. Hasilnya mengejutkan, ditemukan kesamaan pola genetik yang konsisten antara kucing, anjing, dan manusia, terutama pada gen pemicu tumor utama.

Peran Krusial Gen FBXW7

Salah satu temuan paling menonjol dalam penelitian ini adalah peran gen FBXW7. Mutasi pada gen ini terdeteksi pada lebih dari 50% sampel tumor payudara kucing yang diteliti. 

Menariknya, pada kasus medis manusia, mutasi gen yang sama juga dikaitkan dengan prognosis kanker payudara yang buruk. 

Baca juga : Lestari Moerdijat: Pemahaman Masyarakat terkait Penanganan Kanker yang Tepat Harus Ditingkatkan

Kesamaan ini tidak hanya terbatas pada kanker payudara. Para peneliti mengidentifikasi gen-gen serupa pada berbagai jenis tumor kucing lainnya, termasuk:

  • Kanker paru-paru dan saluran pencernaan.
  • Tumor darah (leukemia) dan tulang.
  • Kanker kulit serta gangguan sistem saraf pusat.
Pendekatan One Medicine

Penelitian ini menerapkan konsep One Medicine, sebuah kolaborasi terintegrasi antara kedokteran hewan dan manusia. 

Melalui pendekatan ini, kemajuan medis di satu spesies dapat mempercepat penemuan di spesies lainnya. 

Sebagai contoh, pengujian laboratorium awal menunjukkan bahwa obat kemoterapi tertentu bekerja lebih efektif pada tumor kucing yang memiliki mutasi gen FBXW7.

Louise Van Der Weyden dari Wellcome Sanger Institute menyatakan bahwa temuan ini adalah terobosan besar bagi dunia veteriner yang selama ini minim data genetika.

"Temuan ini membuka jalur untuk pengembangan metode diagnosis dan pengobatan kanker pada kucing yang lebih presisi. Di masa depan, kemajuan ini diharapkan dapat menyamai standar pengobatan kanker pada anjing dan manusia," ujar Louise.

Menuju Pengobatan yang Lebih Presisi

Melalui keterlibatan lembaga riset ternama seperti Wellcome Sanger Institute dan University of Guelph, studi ini diharapkan menjadi fondasi bagi pengobatan kanker yang lebih personal. 

Mempelajari kanker pada kucing membantu ilmuwan memahami bagaimana faktor lingkungan berpengaruh terhadap perkembangan sel kanker dan bagaimana mengoptimalkan strategi pencegahan.

Langkah awal integrasi ini membuktikan bahwa kesehatan hewan dan manusia saling terkait erat. 

Dengan memahami rahasia genetik di balik kanker kucing, para ahli optimis dapat menciptakan strategi terapi baru yang bermanfaat bagi kedua spesies dalam perjuangan melawan penyakit mematikan ini. (Z-1)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Four Points by Sheraton Makassar Hadirkan Hantaran Sahara, Sajian Hari Raya untuk Kebersamaan Keluarga
• 3 jam laluterkini.id
thumb
Puncak Mudik Berakhir, Pelabuhan Merak Kosong Total Tanpa Kendaraan
• 15 jam laluokezone.com
thumb
President Prabowo Defends Budget Cuts to Curb Misuse of State Funds
• 6 jam lalumetrotvnews.com
thumb
FIFA Tak Habis Pikir Lihat SUGBK yang Jadi Venue FIFA Series 2026: Bisa Tampung Satu Negara
• 10 jam lalutvonenews.com
thumb
Ayah Masih Puasa, Anak Sudah Lebaran: Kisah Toleransi di Satu Keluarga
• 9 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.