Ayah Masih Puasa, Anak Sudah Lebaran: Kisah Toleransi di Satu Keluarga

kompas.com
2 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com – Syafira (25), warga Cengkareng, Jakarta Barat, merayakan Lebaran berbeda dengan ayahnya.

Hari ini dalam satu rumah, dia merayakan Lebaran bersama sang ibu, sementara ayahnya masih menjalankan ibadah puasa.

"Alhamdulillah senang lah Lebaran, walaupun di keluarga, ayah saya masih puasa ya hari ini. Tapi saya sama ibu udah Lebaran duluan," ucap Syafira saat ditemui Kompas.com usai shalat Id di Cengkareng, Jumat (20/3/2026).

Baca juga: Idul Fitri Jatuh pada Hari Jumat, Masihkah Wajib Shalat Jumat? Ini Kata Muhammadiyah

Kondisi tersebut terjadi karena sang ayah merupakan Nahdliyin atau pengikut Nahdlatul Ulama (NU), sedangkan Syafira mengikuti ibunya yang merupakan warga Muhammadiyah yang merayakan Lebaran hari ini.

"Jadi kalau Lebaran ikut aliran masing-masing aja, sering banget beda-beda gini, enggak barengan. Tapi Lebaran mah tetap Lebaran aja, ngerayain bareng. Cuma kadang paling ayah enggak ikut makan-makan aja pas pagi, besok dia baru shalat Id sendiri di masjid lain," jelas Syafira.

Baca juga: Lokasi Shalat Id Muhammadiyah di Jakarta 20 Maret 2026

Ia menegaskan perbedaan tersebut tidak mengganggu keharmonisan keluarga maupun kekhusyukan ibadah.

"Alhamdulillah enggak pernah ngerasa terganggu. Biasa aja udah dari dulu, malah jadi paham beda-bedanya orang NU dan Muhammadiyah gitu, tapi kalau ibadah mah sama aja," kata dia.

Meski demikian, Syafira tetap berharap dapat merayakan Lebaran secara bersamaan dengan ayahnya.

Namun, apabila terdapat perbedaan penetapan, ia tidak mempermasalahkannya.

Cerita lainnnya datang dari Hasna, warga Jagakarsa, Jakarta Selatan, yang  pada Jumat subuh sudah berangkat ke Cengkareng agar bisa shalat Id bersama keluarganya.

Hasna menyadari memang ada perbedaan merayakan hari kemenangan lebih awal dari ketetapan pemerintah.

Namun, dia berharap perbedaan tersebut tidak menjadi persoalan.

"Alhamdulillah hari ini sudah Lebaran, senang lah masih bisa bertemu lagi dengan Lebaran, enggak terasa puasa udah selesai, walaupun duluan ya kita. Tapi ya udah lah namanya beda mah enggak apa-apa," ujar Hasna.

Menurut Hasna, perbedaan penentuan 1 Syawal merupakan hal yang lumrah dan tidak perlu diperdebatkan.

"Namanya perhitungan masing-masing kan Lebarannya, sudah biasa juga, kita enggak bisa maksain harus bareng juga, saling mengerti aja, enggak ada yang salah kok dua-duanya. Walaupun kalau misalnya bareng emang feel Lebarannya lebih terasa ya, karena semuanya serentak ramai jadi satu," ucap Hasna.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Lebaran tahun ini juga terasa haru bagi Hasna karena merupakan kali kedua ia merayakannya tanpa kehadiran sang ayah.

"Walaupun sedih juga ya ini tahun kedua Lebaran tanpa ada ayah, kebetulan tahun lalu Ayah 'pulang' saat puasa juga. Kangen sih, tapi insya Allah lah ayah juga senang didoain dari sini," kata dia.

 
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
47 Perwira Polisi Dapat Kenaikan Pangkat, Tertinggi Diraih Kalemdiklat Polri Komjen Achmad Kartiko
• 29 menit lalukompas.tv
thumb
Baterai Baru BYD Bisa Cas 5 Menit, Diler di China Diserbu Konsumen
• 6 jam lalukumparan.com
thumb
Harapan Bonus Demografi Indonesia di Balik Angka NEET
• 1 jam lalukatadata.co.id
thumb
Louis Tomlinson Blak-blakan, Sebut Lagu One Direction yang Paling Dibenci
• 17 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Jadwal Rilis Album BTS Arirang, Lengkap dengan Info Tur Dunia
• 14 jam lalumediaindonesia.com
Berhasil disimpan.