Saat Perangi Iran, Amerika Serikat Ternyata Jualan Senjata ke Timur Tengah

wartaekonomi.co.id
13 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Amerika Serikat (AS) baru-baru ini menyetujui potensi penjualan senjata untuk tiga negara dari Timur Tengah. Upaya penjualan senjata tersebut terjadi seiring meningkatnya eskalasi konflik dengan Iran.

Dikutip dari Reuters, Departemen Luar Negeri Amerika Serikat mengumumkan bahwa potensi penjualan senjata tersebut bernilai lebih dari dari US$16,5 miliar (sekitar Rp278 triliun). Penjualannya sendiri mencakup berbagai sistem persenjataan canggih.

Baca Juga: 200 Prajurit Amerika Serikat Jadi Korban Perang Lawan Iran

Paket terbesar diberikan kepada Uni Emirat Arab. Negara tersebut melakukan potensi pembelian dengan nilai lebih dari US$8,4 Miliar. Pembeliannya sendiri mencakup rudal dan amunisi F-16, drone militer, sistem radar dan upgrade pesawat tempur.

Amerika Serikat juga menyetujui penjualan radar pertahanan udara ke Kuwait. Penjualan itu sendiri senilai US$8 Miliar. Adapun Yordania melakukan pembelian dukungan pesawat dan amunisi senilai US$70,5 Juta.

Kontraktor utama dalam kesepakatan ini melibatkan perusahaan pertahanan besar seperti RTX Corporation, Northrop Grumman, dan Lockheed Martin.

Diketahui, Iran baru-baru ini melancarkan serangan ke fasilitas gas alam cair (LNG) terbesar dunia di Ras Laffan Industrial City, Qatar. Serangan tersebut membuat harga energi melonjak tajam dan disebut sebagai titik balik dalam konflik antara Amerika Serikat, Israel dan Iran.

Serangan Iran tidak hanya terjadi di Qatar. Teheran juga menyasar infrastruktur energi dalam berbagai negara mulai dari Arab Saudi, Uni Emirat Arab dan Kuwait. Ketiga negara tersebut mendapati kilang minyak dan fasilitas gas mereka menjadi sasaran dari Teheran.

Baca Juga: Kuba 'Masih' Aman, Trump Fokus Selesaikan Isu Amerika Serikat-Iran

Adapun Uni Emirat Arab dituding ikut bertanggung jawab atas serangan terhadap Iran. Teheran menyebut negara tersebut telah memberikan akses wilayahnya untuk digunakan sebagai basis penyerangan ke Iran.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Iran Tetapkan Lebaran 2026 Jatuh pada Sabtu 21 Maret
• 19 jam laludetik.com
thumb
Prabowo Jamin Pasukan RI yang Bergabung BoP Tak Akan Hadapi Hamas
• 13 jam lalukatadata.co.id
thumb
Persaingan Sayap Kiri Timnas Indonesia: Ragnar Oratmangoen Minim Menit Bermain di Eropa, Peluang Ezra Walian Comeback di FIFA Series 2026?
• 13 jam lalubola.com
thumb
Harga Emas Antam Anjlok ke Rp 2,89 Juta/Gram, Galeri24 Rp 2,95 Juta/Gram
• 12 jam lalukumparan.com
thumb
Pemkab Tanah Datar petakan tiga titik rawan di jalan lintas nasional
• 20 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.